HUMANITIES

Direktur Poltekesos Kukuhkan Satgas Anti Napza Mahasiswa Baru Angkatan 2020

Indonesiaplus.id – Indonesia masih dihadapkan pada permasalahan narkoba yang bersifat urgen dan kompleks dan dalam waktu satu dekade terakhir menunjukkan peningkatan signifikan.

“Seiring bertambah penyalahgunaan atau pecandu narkoba yang signifikan juga pengungkapan kasus yang beragam pola serta massif jaringan sindikatnya, ” ujar Direktur Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, Dr. Marjuki, M.Sc pada Pengukuhan Satuan Tugas Anti Napza Bagi Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2020, Selasa (29/12/2020)

Kondisi tersebut, kata Marjuki, harus menjadi kewaspadaan semua pihak untuk berupaya melakukan pencegahan dalam berbagai tingkatan. Narkoba sudah mewabah hampir semua negara di dunia, akibatnya jutaan jiwa mengalami ketergantungan, menghancurkan keluarga, mengancam keamanan serta ketahanan berbangsa dan bernegara.

“Transaksi dan peredaran narkoba dilakukan pelaku secara terorganisir atau organized crime, data menunjukan terus meningkat sehingga perlu berbagai upaya melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan narkoba, ” tandas Marjuki.

Saat ini, penyalahguna napza menduduki ranking ke-20 dunia sebagai penyebab kematian dan ranking ke-10 di negara sedang berkembang, termasuk Indonesia.

“Para penyalahguna napza itu sangatah rentan dan mudah terjangkit HIV, Hepatitis dan Tubercolis, yang kemudian dapat menular ke masyarakat umum, ” terangnya.

Peran Poltekesos Bandung sebagai Perguruan Tinggi yang telah menghasilkan pekerja sosial profesional yang diharapkan membantu memberikan solusi terhadap permasalahan sosial di Indonesia, salah satunya terhadap penyalahgunaan Napza.

Dikukuhkan mahasiswa Poltekesos Bandung menjadi Satgas Anti Napza agar bisa berperan aktif dalam upaya pencegahan bahaya napza, baik di lingkungan tempat tinggal, kampus serta masyarakat.

“Maka dari itu, kegiatan Pengukuhan Satuan Tugas Anti Napza bagi Mahasiswa Baru Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung Tahun 2020 dengan resmi saya nyatakan dibuka, ” ucap Marjuki.

Tidak lupa, Marjuki mengucapkan terima kasih kepada Kepala Deputi Bidang Pencegahan BNN Pusat dan Kepala BNNP Jawa Barat diwakili oleh Kepala Bagian Rehabilitasi yang hadir secara daring dan dilanjutkan dengan paparan dari Kepala Deputi BNN Pusat dan BNNP terkait peran mahasiswa Poltekesos Bandung sebagai Satuan Tugas Anti Napza.

Acara juga dihadiri Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni; Para Pejabat Struktural dan Fungsional di lingkungan Poltekesos Bandung; serta para mahasiswa-mahasiswi Poltekesos Angkatan 2020.[ama]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close