HUMANITIES

1 Juta Muslim Uighur Menanti Bantuan Kemanusiaan

Indonesiaplus.id – Pada Oktober 2018, dunia dikejutkan dengan berbagai informasi dari muslim uighur di China. Sebab, mereka mengalami tindak kekerasan fisik maupun mental yang masuk pelanggaran HAM berat.

“Tragedi uighur memantik dunia peduli karena terusiknya rasa kemanusian. Di saat bersamaan beredar pernyataan kejadian itu tidak benar alias hoax, ” ujar ketua FDKM Tangerang Selatan H Arief Wahyudi saat membuka Diskusi Publik Tragedi Uighur Fakta atau Hoax di RM Sate Kambing Paijo, Rawa Buntu, Serpong, Ahad (2/2/2020).

Sehingga perlu, kata Arief, digelar diskusi publik dengan menghadirkan penulis buku Di Bawah Langit Xinjiang Amin Darsono dan Presiden Aksi Cepat Taggap (ACT) Ibnu Khajar yang memotret uighur dari berbagai sisi.

“Inti digelarnya diskusi ini adalah untuk memastikan kondisi sebenarnya di sana dengan sederet fakta dan data, lalu ada aksi nyata peduli seperti apa yang akan dilakukan sebagai wujud solidaritas sesama muslim , ” katanya.

Untuk menyikapi tragedi uighur perlu hati-hati menyikapinya. Sebab terlalu kompleks hubungan di dalamnya khususnya terkait dengan investasi China di Indonesia yang sangat fantastik, yaitu berjumlah miliar dolar AS.

“Dari hasil investigasi yang dilakukan jurnalis dan lembaga kemanusiaan dunia ke otonomi uighur, ternyata kondisinya benar-benar yang diberitakan media itu terjadi bahkan jauh lebih memilukan, ” ujar Amin Sudarsono.

Kebijakan pemerintah China sangat represif terhadap muslim uighur dengan dalih untuk memerangi terorisme dan radikalisme lalu mengirim satu juta uighur ke kamp re-edukasi dengan durasi satu hingga dua tahun.

“Ini jelas merupakan ‘kejahatan’ oleh negara terhadap kemanusiaan di kamp re-edukasi dengan tidak bisa melaksanakan salat dan mengalami penyiksaan fisik dan mental yang luar biasa, ” tandasnya.

Dari sisi sejarah, muslim uighur di kenal sebagai xinjiang yang sudah mendiami daerah yang kini menjadi otonom China sejak ratusan tahun lalu. Leluhur mereka keturunan Turki ditandai postur tubuh tinggi, memiliki bahasa dan budaya yang khas.

“Data mencatat populasi muslim uighur 21 juta, muslim sunni dengan tariqah naqsabandiyah, luas wilayah 1/6 daratan china, serta berjarak 2,500 km dari pusat kota Beijing. Fakta sejarah, pernah berdiri Republik Turkistan Timur pada 1944 namun tidak bertahan lama, ” ungkapnya.

Kabar teranyar disampaikan oleh Presiden ACT Ibnu Khajar bahwa hingga kini bantuan kemanusiaan belum bisa menembus wilayah uighur, termasuk dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), saking ketatnya penjagaan China.

“Ada persoalan kemampuan investigasi, sehingga jika tidak memiliki kemampuan tersebut akan mendapatkan kesimpulan kamp re-edukasi tidak lebih dari tempat untuk pelatihan keterampilan seperti menjahit, “terangnya.

Tim investigasi PBB, kata Ibnu, dan amnesty internasional mengkonfirmasi tragedi uighur adalah fakta dan bukan hoax. Jika tidak ada pelanggara HAM dan kejahatan kemanusiaan, kenapa Beijing menghalang-halangi tim investigasi meninjau ke kamp re-edukasi yang diklaim sebagai pusat keterampilan tersebut.

“Ini perlu disampaikan pada warga dunia termasuk Indonesia, uighur dalam kondisi sangat pilu sebab ada 1 juta orang dikirim ke kamp re-edukasi, berarti ada lebih 1 juta keluarga membutuhkan pertolongan. Untuk data bisa diakses melalui laman amnesty dengan pencarian uighur, ” ungkapnya.

Belajar pada sikapRasulullah SAW, ketika seorang muslimah dipermalukan oleh Yahudi, maka beliau tegas dan melindungi umat muslim. Kini, tragedi itu terjadi di abad modern terhadap muslim uighur sehingga muslim harus beraksi dengan segala daya dan potensi yang dimiliki.

“Setidaknya dengan doa dan aksi nyata, terutama membantu meringankan penderitaan keluarga yang ditinggalan kaum lelaki mereka di kamp re-edukasi yang entah bisa kembali atau tidak, ” pungkasnya.

Usai diskusi, digelar pengukuhan pengurus FDKM Kecamatan Pamulang Pembina Ust Ali Rahmat (Ketua); Drs Isqowi (Sekretaris). Anggota: Ust Moh Sartono; KH Munawir, SQ Al Hafidz; KH Khudzori; KH Ahmad Jazuli.

Untuk jajaran pengurus harian FDKM Pamulang: DR KH Hasani Ahmad Said, MA (Ketua) Ust Jamil (Wakil), Ust Arifin Marpaung, MA; Hamdan (Sekretaris), Juni Cysar, ST (Wakil); Irfandi Ahmad, MH (Bendahara).

Ketua bidang Diklat dan pengembangan SDM KH Ubaidilah Thalib, ST, M.Si; Ketua bidang pemberdayaan ekonomi umat DR KH Azmi Ismail , LC, MA;

Ketua bidang Sarpas dan logistik, Ust H Yunus Bahrudin; Ketua bidang sosial kemasyarakatan, Ust Maryudi, S.Ag; serta Ketua bidang Dakwah dan kemasjidan, Ust. Ahmad Pranggono, SQ,M.Si.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close