GLOBAL

Usai Keputusan Brexit, Pendukung Khawatirkan Ada Pembalikan Arah

Senin, 15 Januari 2018

Indonesiaplus.id – Ada kekhawatiran situasi berbalik arah dari Brexit. Hal itu disampaikan pendukung Brexit, Nigel Farage. Kekhawatiran tersebut didasari dengan indikasi langkah kelompok berkuasa untuk membungkam kelompok pendukung Brexit.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip Reuters pada Minggu (14/1/2018), ia menyatakan sebuah kelompok yang terorganisasi dan cukup biaya tengah mendorong isu agar Inggris tak berpisah dari Uni Eropa dan menenggelamkan suara pendukung memorandum keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

”Mereka menjalankan semua ini. Mereka mayoritas di Parlemen. Kalau para pendukung Brexit tidak bersatu, kita bisa kehilangan momen bersejarah ini,” ujarnya.

Pada pekan lalu, ia menyatakan bahwa mendapati menguatnya wacana jajak pendapat ke dua soal keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Dengan ide ini ia nilai dapat melemahkan keputusan memorandum sebelumnya yang menginginkan Inggris keluar dari Uni Eropa.

Pada 2016, dengan porsi 52-48 persen, warga Inggris memilih mengakhiri keanggotaan dari Uni Eropa.

Kemudian, Perdana Menteri Inggris Therasa May mengabaikan usulan referendum ke dua dengan alasan pemerintahannya tengah mencari cara terbaik untuk berpisah dari Uni Eropa untuk mengamankan ekonomi Inggris.

Selang beberapa pendukung Brexit mengkhawatirkan pendekatan yang May lakukan justru berdampak sebaliknya. Termasuk soal kemampuan mengurangi imigrasi dan meraih kekuasaan pemerintah secara utuh dengan meninggalkan yurisdiksi Uni Eropa.

Beberapa pendukung integrasi Uni Eropa menyatakan referendum ke dua dibutuhkan karena publik saat ini menunjukkan sikap tak setuju dengan keputusan Brexit. Selain juga karena negosiasi yang alot antara Inggris dengan Uni Eropa tak kunjung ada kejelasan.

Sedangkan pada Kamis (11/1/2018), dari jajak pendapat yang dilakukan ComRes menyatakan, dari 1.049 responden, 51 persen berpikir tak perlu ada referendum ke dua. Namun, bila ada kesempatan, 55 persen responen memilih Inggris tetap bersamama Uni Eropa.[Fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close