GLOBAL

Unpaz Timor Leste Gunakan Bahasa dan Kurikulum Indonesia

Senin, 2  Januari 2017

Indonesiaplus.id – Universitas swasta tertua di Dili, Timor Leste, Universidade da Paz (Unpaz) masih menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Tetun sebagai bahasa pengantar perkuliahan.

Hal itu tetap dilakukan meski beberapa kampus lainnya di Timor Leste lebih mengikuti instruksi pemerintah untuk menggunakan bahasa Portugis dan bahasa Tetun. Bahasa Tetun adalah anak cabang dari bahasa Austronesia dengan para penutur utama yang berada di wilayah Timor Leste.

Selain itu, Unpaz masih menggunakan kurikulum Indonesia karena para dosen yang mengajar di kampus itu merupakan lulusan sejumlah kampus di Tanah Air seperti di ITB dan UGM.

”Baru baru ini, Unpaz, dalam tiga hari dari tanggal 27 sampai tanggal 30 Desember 2016 sudah mewisuda 1.802 mahasiswa dari sejumlah falkutas,” tutur Lucas da Costa, Rektor Unpaz di kampus Unpaz di Dili,Timor Leste, Jumat (30/12/2016).

Alasan penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Tetun sebagai pengantar adalah karena para pengajar di sana belum begitu memahami bahasa Portugis. Mahasiswa di Timor Leste pun lebih memilih menggunakan bahasa Tetun dan Indonesia dalam kegiatan perkuliahan.

”Karena bahasa Indonesia dirasakan lebih mudah digunakan untuk mentransfer ilmu,” ujarnya.

Untuk ilmu ekonomi dengan kekhususan minat seperti manajemen, akuntansi, dan perbankan merupakan kekhususan program studi yang paling banyak diminati mahasiswa. ”Tetapi belakangan ini ada perkembangan baru di bidang ilmu teknologi, teknik sipil, dan lainnya,” tandasnya.

Setidaknya ada dua hal yang menjadi kontroversi dalam dunia pendidikan di Timor Leste. Pertama soal dualisme kurikulum, masih ada perguruan tinggi yang lebih memilih memakai kurikulum Indonesia tetapi pemerintah Timor Leste menghendaki adanya penambahan. Terkait hal itu, sejumlah perguruan tinggi akhirnya menurutui gagasan pemerintah.

Kedua yang menjadi kontroversi adalah terkait bahasa. Menurut Lucas, sejak Timor Leste merdeka, hanya Unpaz yang memakai bahasa Indonesia dan bahasa Tetun sebagai bahasa mengantar. ”Akhirnya pemerintah baru sadar dan mengirimkan orang-orangnya ke Indonesia untuk belajar di sana,” tandasnya.[Fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close