GLOBAL

Polisi Malaysia Sebar Sketsa Wajah Pembunuh Ilmuwan Palestina

Selasa, 24 April 2018

Indonesiaplus.id – Sketsa wajah dua pelaku pembunuhan dosen warga Palestina yang juga anggota Hamas, Mohammed Fadi Al Bahts dirilis pihak Kepolisian Malaysia, Senin (23/4/2018).

Dalam sketsa tersebut menunjukkan dua pelaku, seorang berperan sebagai pengendara sepeda motor dan satu lagi eksekutor.

Gambar sudah dikirim ke seluruh perbatasan untuk menghindari kemungkinan pelaku melarikan diri. Kepala Kepolisian Malaysia Mohamad Fuzi mengatakan, sketsa dibuat berdasarkan keterangan saksi mata.

Dari warna kulit, polisi menduga pelaku kemungkinan berasal dari Eropa atau Timur Tengah. Keduanya bertubuh tegap dan memiliki tinggi badan sekitar 180 centimeter. Sepeda motor yang digunakan berwarna gelap, ada kemungkinan bermerek BMW atau Kawasaki.

Keduanya menggunakan tas punggung dan mengenakan jaket berwarna gelap. Mereka juga mengenakan kacamata dan helm.

Data forensik, Fadi tewas akibat luka tembakan di kepala dan tubuh. Polisi menemukan 14 butir peluru di lokasi. Sebelumnya disebutkan, pelaku melepaskan 10 tembakan, empat di antaranya mengenai kepala dan tubuh korban.

“Kami akan mengirim beberapa peluru ini kepada tim ahli kami untuk menentukan senjata jenis apa yang digunakan dalam pembunuhan yang mengerikan ini,” tandasnya.

Namun, belum bisa memastikan apakah kedua pelaku masih berada di Malaysia atau tidak. Pihaknya memiliki keterbatasan informasi soal pelaku. “Kami tak bisa menutup semua pintu perbatasan dan kami tidak memiliki informasi lain selain dari foto ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan, pelaku diyakini orang Eropa yang memiliki hubungan dengan agen intelijen asing.

Keluarga Fadi menuduh agen intelijen Israel, Mossad, sebagai dalang pembunuhan. Mossad juga disebut-sebut terlibat dalam pembunuhan anggota Hamas di negara lain, seperti di Tunisia dan Uni Emirat Arab (UEA).

Komandan militer Hamas Mahmoud Al Mabhouh dibunuh di hotelnya di Dubai, UEA, pada 2010. Pada 2016, anggota Hamas berkewarganegaraan Tunisia juga dibunuh. Dia ahli drone.[Fat]

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close