GLOBAL

Para Peneliti Ebola-SARS Desak WHO dan AS Bisa Masuk ke China

Indonesiaplus.id – Para peneliti virus SARS dan Ebola, Dr David S Fedson meminta para ahli di Dunia bersatu perangi virus Corona yang semakin menakutkan membuat dunia semakin mencekam.

Sosok Dr David S Fedson adalah ahli pemimpin tim saat wabah SARS tahun 2003 di Hong Kong. Kemudian saat epidemi Ebola tahun 2014 di Afrika Barat.

Dilansir dari EPOCH, dirinya berbagi pengalaman waat epidemi Ebola tahun 2014 di Afrika Barat, Dr. David S. Fedson secara tidak sengaja menerima tantangan industri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS, yang hanya fokus menggunakan vaksin untuk mencegah penyakit melalui imunisasi.

Namun, masalah yang disadari bahwa seperti yang ditemukan China saat ini dan apa yang dibuktikan oleh konsorsium Peristiwa 201 pada musim gugur lalu, vaksin bukanlah obat untuk menyembuhkan.

Dibutuhkan waktu mengembangkan, menguji, memurnikan, memproduksi secara massal dan kemudian mendistribusikan vaksin. Itu pun jika vaksinnya benar dan virus tidak bermutasi secara bermakna selama produksi

Selain itu, Dr. David S. Fedson menyadari istilah pemasaran Organisasi Kesehatan Dunia dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS, yaitu kesiapsiagaan pandemi dan keamanan kesehatan global,” bukanlah solusi untuk sebuah krisis.

“WHO dan pusat pencegahan dan pengendalian penyakit AS tidak melakukan apa pun untuk mengatasi masalah ancaman virus mematikan. Saat orang terinfeksi, baik terinfeksi virus Ebola atau Coronavirus dan kemudian menderita sakit parah dan sekarat, tidak banyak waktu dimiliki orang tersebut untuk mengobatinya,” katanya.

Bahkan, David mempertanyakan mengapa pada abad ke-21, para penjaga pintu layanan kesehatan terus bergantung pada perawatan yang lambat dan tidak efektif saat epidemi terjadi? Mengapa mereka tidak memiliki program respons yang cepat terhadap pandemi tersebut?[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close