GLOBAL

Nigeria Dihebohkan Beredarnya Beras Plastik Asal China

Rabu, 4 Januari 2017

Indonesiaplus.id – Beras plastik menghebohkan di negara Afrika, Nigeria. Bulan lalu, digemparkan dengan penyitaan lebih dari 100 karung beras plastik, yang diduga dikirim dari China.

Pada saat penyitaan dan penyelidikan, pihak berwenang menyebut beras tersebut berbau bahan kimia. Dilansir Shanghaiist, Selasa (3/1/2017), Badan Nasional Pengendalian dan Administrasi Obat dan Makanan Nigeria (NAFDAC) mengatakan, beras yang disita tersebut bukanlah beras plastik, melainkan beras yang telah terkontaminasi dengan mikro-organisme yang melebihi batas lazim. Atas temuan ini, beras “plastik” tersebut dinyatakan tidak cocok untuk dikonsumsi manusia.

Pemerintah Nigeria memperingatkan, beberapa ton beras kedaluwarsa dan berbahaya sedang menunggu di gudang beberapa negara tetangga, untuk diselundupkan ke Nigeria. Pemerintah dengan tegas mengatakan pihak berwenang akan memeriksa secara teliti setiap butir beras yang diimpor.

“Saya pikir sebelumnya isu beras plastik ini hanya rumor. Tapi dengan adanya penyitaan ini, saya yakin beras tersebut ada. Kami telah melakukan analisis dan menemukan bahwa beras plastik tersebut berubah menjadi lengket saat dimasak. Hanya Tuhan yang tahu apa yang terjadi jika orang mengonsumsinya,” ujar salah seorang petugas NAFDAC.

Kebijakan negara di Afrika Barat, memang melarang impor beras guna mendorong produksi dalam negeri, yang kemudian berdampak pada meroketnya harga makanan pokok menjelang libur Natal dan Tahun Baru.

Tahun lalu, beras plastik yang diduga dijual di pasar China dilaporkan juga dikirim ke berbagai negara Asia, termasuk India, Indonesia dan Vietnam. Selain memiliki bentuk yang sangat mirip dengan beras yang sebenarnya, beras plastik ini terbuat dari percampuran kentang, ubi jalar dan resin sintetis.

Maka, para ahli kesehatan memperingatkan bahwa beras plastik dapat menyebabkan permasalahan kesehatan serius, dan merusak sistem pencernaan jika dikonsumsi manusia.[Fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close