GLOBAL

Masjid Indonesia di Tokyo Diresmikan Sehari Jelang Ramadhan

Minggu, 28 Mei 2017

Indonesiaplus.id – Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Mickronesia, Arifin Tasrif, meresmikan Masjid Indonesia Tokyo dan daerah Sano, dilaksanakan pada Jumat (26/5/2017) sehari sebelum Ramadan dimulai di Tanah Air.

Peresmian Masjid Indonesia Tokyo tersebut, ditandai dengan pemotongan pita di depan pintu utama rumah ibadah dan disaksikan oleh lebih dari 100 orang warga Indonesia dari Tokyo dan sekitarnya.

Selain warga sekitar masjid, peresmian masjid itu juga dihadiri perwakilan organisasi Islam dan kemasyarakatan yang ada di sekitar Tokyo serta perwakilan organisasi keislaman dari negara lain seperti dari Jepang dan Turki.

“Penggunaan kedua masjid tersebut bertepatan dengan (datangnya) awal Ramadhan tahun ini sehingga dapat digunakan untuk mendukung kegiatan peribadatan dan syiar Islam di Jepang,” tulis keterangan tertulis KBRI Tokyo dikutip dari laman kemlu.go.id.

Sebelum keberadaan kedua masjid ini, kegiatan Islami rutin masyarakat Muslim Indonesia di Tokyo dilaksanakan di Balai Indonesia dan Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT).

Untuk inisiatif pembangunan gedung dicetuskan oleh Keluarga Masyarakat Islam Indonesia (KMII) Jepang di Tokyo pada 1999. Ketersediaan lahan yang terbatas dan harga lahan yang tinggi menjadi kendala utama pada awal inisiasi pembangunan masjid. ‚Äč

Kemudian pada 2012, KMII mendapatkan donasi dari Presiden ke-enam Susilo Bambang Yudhoyono dan 2 Wakil Presiden RI saat itu, Jusuf Kalla dan Boediono. Surat rekomendasi dari Duta Besar RI untuk Jepang sebelumnya, Muhammad Luthfi dan surat dukungan dari Japan Muslim Association (JMA) juga sangat membantu KMII dalam pengumpulan donasi pembangunan masjid.

Proses pembangunan fisik masjid ditandai oleh peletakan batu pertama oleh Duta Besar RI untuk Jepang ketika itu, Yusron Ihza Mahendra pada 11 Juni 2016. Total dana yang dibutuhkan untuk pembangunan masjid mencapai 188 juta yen atau sekitar lebih dari Rp 22 milyar.

Selian itu, dukungan dana utama didapatkan dari PT Astra Internasional, PT Pertamina, berbagai BUMN dan umat Islam Indonesia di Jepang maupun Indonesia. Dana digalang melalui program wakaf tunai dan kampanye di media sosial. Dukungan donasi lebih dari Rp 1 miliar berhasil diperoleh melalui crowdfunding dan transfer bank di Indonesia.[Fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close