GLOBAL

Pemerintahan Trump Perketat Aturan Warganya Kunjungi Kuba

Jumat, 10 November 2017

Indonesiaplus.id – Kebijakan pemeerintah Amerika Serikat (AS) membatasi warganya untuk berkunjung ke Kuba. Pembatasan itu harus melalui pembatasan perjalanan, perdagangan dan keuangan yang rumit.

Kebijakan baru itu dikeluarkan oleh pemerintahan Donald Trump pada Rabu 8 November. Aturan ini adalah bagian dari kebijakan baru untuk lebih mengucilkan pemerintah Kuba.

Lusinan hotel, toko, perusahaan perjalanan dan bisnis lainnya di Kuba masuk daftar panjang kelompok-kelompok usaha yang tidak boleh dikunjungi warga AS saat berkunjung ke negara itu.

Sementara itu, berbagai perusahaan masuk dalam daftar yang dikeluarkan pemerintah AS itu memiliki hubungan dengan militer, dinas intelijen dan dinas rahasia Kuba.

Para pelancong AS kembali diwajibkan untuk pergi sebagai bagian dari tur berkelompok yang diatur oleh AS dan tidak diperbolehkan mengatur perjalanan ke Kuba secara pribadi.

Peraturan ketat itu menandai kembalinya sikap AS yang lebih tegas terhadap Kuba yang sudah ada sebelum pemerintahan mantan Presiden Barack Obama dan Presiden Kuba Raul Castro memulihkan hubungan diplomatik pada tahun 2015.

“Berbagai langkah baru ini memastikan sebuah pembalikan hubungan bilateral yang serius yang merupakan hasil dari keputusan-keputusan yang diambil pemerintahan Presiden Donald Trump,” kata Josefina Vidal, diplomat Kuba untuk Amerika Utara seperti dikutip dari VOA Indonesia pada Jumat (10/11/2017).

Aturan baru dan daftar baru entitas yang dilarang itu bertujuan untuk menerapkan kebijakan yang lebih ketat terhadap Kuba seperti yang diumumkan Trump bulan Juni lalu.

Namun, pemerintahan Trump membutuhkan waktu beberapa bulan untuk menyelesaikan rincian kebijakan itu yang mulai berlaku per Kamis 9 November 2017.[Fat]

 

Show More

Related Articles

Back to top button
Close