GLOBAL

Korban 11 Tewas dan 40 Terluka Usai Ledakan di St Petersburg

Selasa, 4 April 2017

Indonesiaplus.id – Setidaknya ada 11 orang tewas dan 40 lainnya terluka, pasca terjadi ledakan di stasiun kereta bawah tanah terbesar kedua di Rusia, St Petersburg.

Saat itu suasana tidak terkendali yang mengakibatkan banyak korban terkapar di peron yang dipenuhi asap. Beberapa jam kemudian, kesedihan mendalam dan ketakutan memuncak saat polisi menemukan dan mengamankan sebuah bungkus pecahan peluru meriam yang diduga sebagai alat peledak.

Dua dekade lalu, kereta dan pesawat Rusia kerap menjadi target tindakan terorisme, dan selalu mengarahkan dugaan pada militan Muslim. Laporan berita mengatakan, kepolisian sedang mencari dua tersangka, dan stasiun televisi negera Rusia menampilkan sebuah foto yang menunjukkan salah satu tersangka terlihat menggunakan peci yang merupakan ciri khas dari Muslim Rusia.

St Petersburg merupakan destinasi utama pelancong ke Rusia. Di kota ini terdapat istana kerajaan dan museum seni yang mewah, yang selamat dari serangan sebelumnya. “Mulai sekarang, saya akan menghindari menggunakan kereta bawah tanah,” ujar Marina Ilyina (30) yang sedang membawa bunga menuju stasiun, dimana kereta berhenti setelah terjadi ledakan.

“Kami sedang berada di St Petersburg, kami berpikir tidak akan tersentuh dengan kejadian itu,” tambah Marina.

Ledakan pada siang hari itu, saat kereta melakukan perjalanan antara stasiun-stasiun di salah satu jalur utara-selatan kota. Masinis memilih untuk melanjutkan untuk berhenti di pemberhentian selanjutnya, Institut Teknologi.

Menurut Komite Nasional Anti Terorisme, bahwa korban tewas sebanyak 11 orang, dengan 45 orang lainnya sedang menjalani perawatan di rumah sakit, seperti dikutip dari AP.[Fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close