GLOBAL

Dianggap Melanggar, Kiriman Senjata dari Belgia ke Saudi Ditangguhkan

Ahad, 12 Mei 2019

Indonesiaplus.id – Pasca mendapatkan laporan senjata asal Belgia digunakan dalam peperangan di Yaman. Para pemimpin Belgia mempertimbangkan penangguhan penjualan senjata ke Arab Saudi.

“Saya pikir akan baik untuk menangguhkan pengiriman senjata ke Arab Saudi jika terbukti mereka telah digunakan dalam konflik yang sedang berlangsung, seperti di Yaman,” ujar Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders seperti dikutip dari Channel News Asia, Ahad (12/5/2019).

Pada situasi seperti ini, kata Reynders, pemerintah regional Walloonia yang harus mengambil keputusan itu. Konstitusi Belgia menempatkan tanggung jawab untuk keputusan seperti itu ada di wilayah produsen, dalam hal ini Wallonia, yang memiliki pabrik senjata FN Herstal.

Menurut Presiden regional Willy Borsus bisa menangguhkan lisensi ekspor senjata yang ada jika kondisi di mana mereka berikan telah dilanggar.

Laporan dari surat kabar Belgia Le Soir, Rabu lalu dari sebuah penyelidikan menunjukkan Arab Saudi telah menggunakan senjata dan teknologi Belgia dalam operasi melawan pemberontak Houthi di Yaman, lokasi pertempuran lebih dari empat tahun yang telah menewaskan puluhan ribu orang, kata lembaga bantuan.

Dalam pertempuran tersebut telah memicu apa yang PBB deskripsikan sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia, dengan 3,3 juta orang masih terlantar dan 24,1 juta – lebih dari dua pertiga populasi – membutuhkan bantuan.

Selain itu, masalah penjualan senjata ke Saudi telah memecah belah pemerintah Eropa, dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron membela penjualan tersebut sebagai bagian dari perang melawan terorisme.

Sikap Jerman menangguhkan penjualan senjata ke Riyadh setelah pembunuhan pembangkang Arab Saudi Jamal Khashoggi di Istanbul pada tahun lalu. Pembunuhan ini menimbulkan masalah bagi mitra Eropa karena dapat mempengaruhi senjata yang diproduksi bersama.

Ada satu sumber diplomatik mengatakan masalah itu akan dibahas Senin oleh para menteri luar negeri Uni Eropa di Brussels, karena Arab Saudi juga mendukung pemimpin pemberontak Libya Khalifa Haftar dalam upayanya untuk menggulingkan pemerintah di Tripoli yang mendapat dukungan Uni Eropa.

Daro situasi tersebut, Uni Eropa telah berkomitmen untuk menegakkan embargo senjata PBB di Libya.[sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close