GLOBAL

Cegah Wabah Baru Datang, Australia Bakal Beri Pelatihan di Asia Tenggara

Indonesiaplus.id – Ilmuwan dan pakar sains Australia akan melatih peternak dan dokter hewan untuk mengamati dan menyelidiki penyakit-penyakit hewan, sebagai upaya mencegah pandemi yang mematikan di masa depan.

Hal itu sebagai langkah agar wabah penyakit baru tak terjadi di masa mendatang, kendati saat ini dunia tengah dilanda pandemi Virus Corona COVID-19.

Mereka akan melatih peternak dan dokter hewan dari 11 negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Ada sekitar 40 pakar dari sejumlah Fakultas Kedokteran Hewan di Australia, Selandia Baru dan kawasan Asia Pasifik terlibat dalam proyek tersebut.

Mereka akan dilatih metode pemantauan, melacak pola, serta melihat perubahan yang terjadi pada hewan, selain juga menyelidiki bila ada wabah.

Program akan menghabiskan dana AU$4,3 juta (lebih dari Rp 43 M), yang akan didanai oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT), dengan dipimpin oleh para peneliti dari University of Sydney.

“Kita akan melatih mereka menjadi detektif penyakit hewan, sama seperti melatih detektif polisi,” ujar Associate Professor Navneet Dhand seperti dikutip dari ABC Australia, Rabu (29/4/2020).

Saat ini, hampir 75 persen penyakit menular yang sekarangan bermunculan, termasuk Virus Corona, berasal dari hewan, yang kemudian menyebar ke manusia.

Seharusnya dokter hewan harusnya bisa mengidentifikasi bila ada penyakit baru yang terjadi, bisa mengambil sampelnya dari hewan-hewan tersebut, mengirim sampel ke laboratorium.

“Menyelidiki penyebaran wabah, mengumpulkan data dari petani, dan melacak penyebaran virus seperti yang dilakukan sekarang dengan COVID-19,” ungkapnya.

Menurut Associate Professor Jenny-Ann Toribio, yang juga dari University of Sydney, mengatakan kawasan Asia Pasifik dikenal sebagai tempat yang paling memungkinkan terjadi penyebaran dan munculnya penyakit menular.

“Adanya kawasan dengan penduduk padat dengan manusia dan hewan, adanya pertanian intensif yang terus mengambil lahan hutan liar, serta ada pergerakan hewan hidup yang melakukan perjalanan panjang,” pungkasnya.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close