GLOBAL

Atasi Krisis Venezuela, Cina Desak Gelar Pembicaraan Damai

Ahad, 10 Februari 2019

Indonesiaplus.id – Untuk menyelesaikan krisis yang terjadi di Venezuela dan menyuarakan dukungannya bagi  upaya masyarakat internasional untuk mencapai tujuan tersebut. Pemerintah Cina mendesak adanya
pembicaraan damai.

Dalam sebuah pernyataan yang dilansir Anadolu Agency, Ahad (10/2/2019), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying menuturkan pihaknya percaya urusan Venezuela diselesaikan oleh rakyat Venezuela di bawah kerangka konstitusi, hukum, dan melalui dialog damai serta cara-cara politik.

Juga, Chunying menunjuk sebuah kelompok kontak internasional yang dipimpin PBB yang dibentuk pada Kamis  lalu dan meminta para pihak untuk memainkan peran konstruktif.

Sejak 10 Januari, Venezuela telah diguncang protes ketika Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang kemudian berujung pada pemboikotan oposisi. Ketegangan meningkat pada 23 Januari  ketika Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara.

Guaido menyerukan protes baru, Sabtu (26/1/2019) kemarin yang menuntut Maduro menyerahkan kekuasaan  setelah sepekan protes massa sporadis. Putaran demonstrasi terakhir berlangsung pada Rabu kemarin.

Pemerintah AS, Kanada, dan sebagian besar negara Amerika Latin telah mengakui Guaido, presiden Majelis Nasional, sebagai pemimpin sah Venezuela.

Namun Maduro menolak seruan mundur. Maduro menuduh AS mengatur kudeta terhadap pemerintahnya. Tapi  dia terbuka kemungkinan untuk berdialog dengan oposisi, tetapi bukan pemilihan nasional yang baru.

Namun, Rusia dan China sama-sama menentang seruan AS untuk mendukung Guaido dan mengutuk campur tangan internasional dalam urusan Venezuela. Turki dan Iran juga menaruh perhatian pada Maduro.

Sementara itu, AS telah melakukan kampanye internasional untuk memberikan tekanan ekonomi dan diplomatik  pada Maduro. Termasuk memberikan sanksi kepada perusahaan minyak milik negara Venezuela dan usaha  patungan dengan mitra Nikaragua.

Kemudian Maduro mengusulkan pemilihan awal untuk Majelis Nasional yang sebelumnya dijadwalkan digelar pada 2020. Usulan tersebut disampaikan Maduro Sabtu (2/2/2019).[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close