ECONOMY

Pengurangan Stok AS Kerek Harga Minyak Dunia Naik

Indonesiaplus.id – Pada akhir perdagangan Rabu (1/7/2020), harga minyak naik lebih dari satu persen. Kondisi tersebut didorong penurunan persediaan minyak mentah AS dari rekor tertinggi dan serangkaian data manufaktur positif.

Namun lonjakan kasus virus corona membatasi kenaikan. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September naik 76 sen atau 1,8 persen, menjadi ditutup pada 42,03 dolar per barel.

Untuk minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 55 sen atau 1,4 persen menjadi menetap pada 39,82 dolar AS per barel.

Menurut Data Badan Informasi Energi AS (EIA) persediaan minyak mentah AS berkurang lebih besar dari yang diperkirakan, turun 7,2 juta barel pekan lalu, usai mencapai tertinggi sepanjang masa selama tiga minggu berturut-turut. Para analis memperkirakan penurunan 710.000 barel.

“Ada impor dari Saudi jatuh hingga mencapai jumlah kecil dan saya pikir penurunan (stok) ini akan menjadi yang pertama dalam serangkaian penurunan,” ujar Phil Flynn, analis senior di Price Futures di Chicago.

Penurunan sebagaian besar dikaitkan dengan kilang-kilang yang meningkatkan produksi mereka setelah mengurangi operasi selama musim semi ini karena pandemi. Sehingga tingkat pemanfaatan kilang naik 0,9 poin persentase menjadi 75,5 persen, tertinggi sejak awal April.

Juga, ada peningkatan kegiatan ekonomi global juga mendukung harga minyak. Aktivitas manufaktur AS rebound pada Juni, mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun ketika ekonomi yang lebih luas dibuka kembali.

Sementara itu di China dengan aktivitas pabrik tumbuh dengan lebih cepat pada Juni, sebuah survei bisnis swasta menunjukkan. Sektor manufaktur Jerman mengalami kontraksi pada laju yang lebih lambat pada Juni, sementara aktivitas pabrik Prancis rebound ke dalam pertumbuhan.

Berdasarkan kondisi di atas bahwa permintaan bahan bakar mulai pulih, puluhan juta barel minyak mentah dan produk minyak yang disimpan di tanker di laut akibat krisis virus corona sedang dijual, kata sumber perusahaan pengiriman.

Akan tetapi, para investor tetap berhati-hati usai terjadi lonjakan infeksi di Amerika Serikat dan peringatan dari pakar penyakit menular top pemerintah AS bahwa jumlahnya dapat segera berlipat ganda.

Menyusul kesepakatan membatasi pasokan, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memproduksi rata-rata 22,62 juta barel per hari (bph) pada Juni, juga survei Reuters menemukan, turun 1,92 juta barel per hari dari angka direvisi pada Mei.[sal]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close