ECONOMY

Waspadai Tiga Komoditas Jelang Ramadhan Agar Stabil

Indonesiaplus.id – Menjelang Ramadhan pemerintah diminta mengantisipasi potensi terjadinya gejolak harga pada sejumlah komoditas.

Terdapat tiga barang kebutuhan pokok dengan kerawanan harga yang perlu diwaspadai, yakni cabai merah, gula putih dan bawang putih.

Untuk harga cabai merah besar yang telah menyentuh level Rp75.000 per kilogram (kg) sepanjang pekan lalu sebagai imbas dari stok yang berkurang. Juga, gula putih pun terpantau berada di angka Rp14.500 per kg disusul dengan harga bawang putih yang masih stabil di atas harga normal.

“Berbagai harga barang ini rawan karena sebentar lagi kita akan menghadapi Ramadan. Sehingga, pemerintah perlu memastikan tidak ada gangguan pasokan dari produk-produk ini,” ujar Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri, Ahad (2/3/2020)

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menyatakan untuk stok bawang putih berjumlah 80.000 ton dan cukup memenuhi kebutuhan sampai akhir April mengingat rata-rata kebutuhan per bulan nasional berjumlah 40.000 ton.

Kementerian Pertanian telah menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RPIH) sebanyak 103.000 ton yang diharapkan dapat segera mendapat surat perizinan impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan untuk menjamin pasokan selama Ramadan.

Pemerintah tengah mengusahakan pengalihan pembelian bawang putih yang sebagian besar dipasok oleh China dengan mempertimbangkan keamanan di tengah wabah virus corona. Salah satu negara yang diharapkan dapat mensubtitusi kebutuhan tersebut adalah India dan Thailand.

“Hingga saat ini, China produksi tapi apa pengapalannya aman? Maka dari itu kami coba buka dari India dan Thailand. Stok kita Maret ke April habis, oleh karena itu akan alih distributor,” ujar Agung.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang memiliki tugas stabilisasi harga pangan, Arief Prasetyo Adi menilai harga bawang putih tak kunjung normal di kawasan Jabodetabek, pihaknya telah menyiapkan berbagai antisipasi dalam menghadapi potensi lonjakan harga akibat logistik yang terganggu.

Perusahaan masih memiliki stok bawang putih sebanyak 800 ton dan didistribusi secara langsung kepada konsumen dengan harga penjualan di kisaran Rp30.000—35.000 per kg.

“Jadi, memang kami gunakan mekanisme distribusi langsung ke konsumen. Penjualan pun dibatasi paling tidak satu sampai dua ball bawang putih,” ungkapnya.

Sedangkan untuk total volume impor bawang putih telah diajukan Food Station disebut Arief berjumlah 22.000 ton untuk 2020. Juga, pihaknya tengah menunggu penerbitan SPI dari Kementerian Perdagangan untuk menjamin pasokan jelang Ramadan agar tidak terganggu.[sal]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close