ECONOMY

Bertemu PMI di Jeddah, Menaker: Calon PMI Harus Ikuti Prosedur Benar Agar Terlindungi

Indonesiaplus.id – Dalam kunjungan kerja di Arab Saudi, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyempatkan diri menemui sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tengah bermasalah di Shelter KJRI Jeddah, Arab Saudi, Kamis (24/8/2023).

“Bekerja merupakan hak setiap warga negara dan pemerintah tidak dapat melarang atau menyuruhnya. Namun, pemerintah mengingatkan pada WNI yang bekerja ke luar negeri agar mengikuti prosedur dan mekanisme yang benar, ” ujar Menaker.

Pemerintah dapat memberikan pelindungan, mulai dari sebelum, selama, hingga pulang bekerja dari negara penempatan. Pelindungan yang diberikan dengan membuat prosedur yang mudah melalui LTSA yang tersebar di beberapa daerah yang menjadi kantong PMI.

Pada 2019, pemerintah mengeluarkan kebijakan baru terkait penempatan pekerja migran ke Timur Tengah, yakni melalui skema model Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK). Melalui model penempatan baru ini, orang yang ingin bekerja ke luar negeri harus melalui syarikah (perusahaan penempatan di Arab Saudi) dan tidak boleh melalui perorangan.

“Kalau saya mau bekerja di arab bagaimana, boleh tapi bekerja melalui syarikah, kafilnya bukan perorangan langsung, tapi syarikah. Kenapa dengan syarikah, karena dengan syarikah kita bisa memastikan pelindungannya. Kira-kira gini, kalau sampai ada yang tidak digaji, ada yang dilakukan tidak manusiawi, maka pemerintah dengan gampang melindungi. Nagihnya jelas, ‘eh, kamu sudah mempekerjakan saudara saya. Kamu sudah 2 tahun tidak bayar, kamu harus bayar’, yang dimintai pertanggungjawaban jelas,” katanya.

“Kalau perorangan itu karena kebiasaan di sini, keluarga itu ruang privat, saya kira negara sulit, bahkan negara Arab Saudi sulit untuk bisa masuk meminta pertanggungjawaban atas keselamatan pelindungan PMI,” tandasnya.

Pelaksanaan model SPSK sempat terhenti karena terjadi pandemi Covid-19. Baru sekitar 2 bulan terakhir ini model tersebut kembali dibuka. “Kurang lebih 2 bulan lalu dibuka lagi penempatan Arab Saudi dengan menggunakan SPSK,” ucapnya.[tat]

Related Articles

Back to top button