NATIONAL

Ma’ruf Amin: MUI Pertimbangkan Keluarkan Fatwa Persekusi

Selasa, 6 Juni 2017

Indonesiaplus.id – Fatwa terkait persekusi tengah dipertimbangkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mencuat belakangan ini.

Tindakan persekusi dilarang meski sekelompok massa mengatasnamakan membela ulama sekali pun. “Kita lihat nanti, dan akan pertimbangkan tentang persekusi. Tidak ada haknya ormas melakukan persekusi, serahkan ke yang berwajib. Prosesnya tentu yang transparan, adil,” ujar Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin di Kantor Kementerian Komunikasi Informarmatika, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/6/2017).

Tindakan persekusi, kata Ma’ruf, dengan alasan mengacu pada agama juga tidak dibenarkan. Sebab, itu sama saja dengan main hakim sendiri. “Tindakan tersebut lebih kepada main hakim sendiri. Kita bersepakat ini negara hukum dan kita orang Islam harus patuh pada kesepakatan itu. Persekusi tidak boleh,” katanya.

Karena itu, MUI meminta pihak kepolisian menindak siapa pun pelaku persekusi tanpa melihat golongan dan berasal dari kelompok massa apa mereka. “Jika dia melanggar siapa saja, bukan soal FPI atau siapa. Kalah melakukan pelanggaran polisi berhak (menindak),” tandasnya.

Aksi persekusi menimpa PMA, Minggu (28/5/2017). Aksi ini diduga dipicu perbuatan remaja 15 tahun itu yang dianggap telah menghina Front Pembela Islam (FPI) dan pemimpinnya Habib Rizieq Shihab melalui media sosial.

Video menjadi viral di media sosial, PMA tampak dikerumuni sejumlah orang yang diduga simpatisan FPI. Remaja berusia 15 tahun itu diinterogasi mengenai maksud postingan di akun Facebook-nya.

Juga, peristiwa itu diwarnai aksi kekerasan oleh massa terhadap PMA. Terlihat beberapa kali PMA dipukul kepalanya dan ditampar mukanya. Terakhir ia disuruh membuat surat pernyataan permohonan maaf.[Sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close