NATIONAL

Hindari Jambret, Arist Imbau Orangtua Tidak Bekali Anak Perhiasan

Jumat, 5 Juli 2019

Indonesiaplus.id – Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait mengimbau para orangtua tidak memberikan asesoris mewah kepada anak-anaknya, terutama yang masih di bawah umur.

Hal itu pasca penangkapan pelaku penjambretan terhadap seorang nenek yang sedang menggendong cucunya yang berusia sembilan bulan.

Kasus penjambretan yang digelar di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (4/7/2019), Arist mengatakan kasus kejahatan dengan kekerasan yang menjadikan anak-anak sebagai korban sudah cukup banyak terjadi.

Penjambretan tidak terjadi langsung kepada si balita, namun Arist menggunakan kesempatan tersebut untuk mengingatkan masyarakat agar tak memakaikan anting-anting atau kalung mewah kepada anak-anaknya.

“Jadi, kira-kira satu bulan lalu itu ada seorang ibu membawa anaknya yang memakai anting, lalu dirampas oleh orang bersepeda motor,” ujar Arist.

Dari kejadian tersebut menyebabkan luka cukup parah pada anak itu. “Ini terjadi fenomena seperti ini. Komnas Anak imbau semua keluarga dan orangtua untuk tidak berikan asesoris pada anak berupa anting, kalung dan gawai karena sangat rentan akan jadi korban,” katanya.

Kasus teranyar, seorang nenek sedang mengendong balita terpental dijambret oleh orang tak dikenal. Saat itu, nenek yang diketahui bernama Tjhay Moij berdiri di depan rumah. Dengan cepat pelaku merampas kalung emas yang dikenakan korban.

Si nenek pun terpental bersama balita yang digendongnya. Pelaku langsung menancap gas untuk kabur. Aksi ini terekam kamera CCTV sehingga viral di berbagai media sosial.

Pelaku pun penjambretan itu akhirnya berhasil ditangkap polisi pada Kamis pagi. “Iya, benar sudah diamankan,” tandas Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Eddy Suranta Sitepu.[sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close