HUMANITIES

Gelar Wisuda Sarjana dan Magister, Mensos: Peksos Fokus Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Miskin

Indonesiaplus.id – Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung menggelar sidang terbuka senat dalam rangka Wisuda Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial ke-55 dan Magister Terapan Pekerjaan Sosial ke-2 Tahun Akademik 2021/2022.

Saat ini, eksistensi Sarjana Pekerja Sosial di Indonesia diperkuat dengan lahirnya Undang-Undang No. 14 Tahun 2019 tentang Pekerja Sosial bahwa permasalahan kesejahteraan sosial perlu ditangani melalui praktik pekerjaan sosial yang profesional, terencana, dan terpadu.

Juga, berkualitas dan berkesinambungan untuk memperbaiki dan meningkatkan keberfungsian sosial individu, keluarga, kelompok, maupun masyarakat, sehingga mereka dapat melaksanakan peran sosialnya dengan baik di masyarakat serta mengatasi permasalahan dalam kehidupannya.

“Pekerja sosial adalah profesi yang fokus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membantu terpenuhinya kebutuhan dasar individu dan atau masyarakat rentan atau masyarakat miskin, ” ujar Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini kepada para wisudawan Poltekesos secara daring, Selasa (26/10/2021).

Sidang terbuka senat dalam rangka Wisuda Sarjana Terapan Pekerjaan Sosial ke-55 dan Magister Terapan Pekerjaan Sosial ke-2 Tahun Akademik 2021/2022 dengan mengusung tema, “Peluang dan Tantangan Praktik Pekerja Sosial Di Era Pandemi Covid-19 yang digelar secara daring dan virtual.

Pekerja sosial, kata Mensos, memegang peranan mendasar dalam situasi darurat kebencanaan. Layanan pekerja sosial merupakan layanan yang wajib diberikan dalam situasi kedaruratan termasuk dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kita saksikan bersama, sejak kasus pertama Covid-19 di Indonesia pada Maret 2020 dan ditetapkan sebagai pandemi global pada 11 Maret lalu oleh WHO telah menjadi ancaman nyata yang tidak hanya mempengaruhi sektor kesehatan tetapi juga sektor sosial, ekonomi, dan keuangan, ” tandas Mensos.

Implikasi lain pandemi ditandai menurunnya konsumsi dan daya beli masyarakat, menurunnya kinerja perusahaan, ancaman pada sektor perbankan, menurunnya omzet dari UMKM sehingga menyebabkan banyaknya tenaga kerja kehilangan pekerjaan terutama bagi masyarakat sebagai pekerja informal dan pekerja harian.

Merespon kondisi tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) turut menjadi ambil bagian dalam memberikan bantuan sosial (bansos) pada masyarakat miskin dan rentan terdampak Covid-19 sebagai wujud dari jaring pengaman sosial pemerintah.

“Kemensos memutuskan strategi dari Program Perlindungan Sosial dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), dengan tiga bansos, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta Bantuan Sosial Tunai (BST), ” kata Mensos.

Situasi sulit dialami masyarakat selama masa pandemi menjadi tantangan dan peluang dalam praktik pekerjaan sosial di Indonesia. Karena itu, Terdapat dua peran penting pekerja sosial dalam situasi pandemi Covid-19 yang dapat dilakukan, antara lain:

Pertama, memberikan dan menyediakan akses terhadap dukungan sosial bagi masyarakat rentan seperti pada pasien yang terinfeksi covid-19, individu yang sedang menjalani isolasi mandiri, dan tenaga kesehatan.

Kedua, berperan menjalankan advokasi sosial bagi masyarakat rentan terdampak Covid-19 terkait dengan pemberian dukungan kesehatan mental, dukungan berbasis komunitas untuk membangun ketahanan psikososial komunitas yang terdampak pandemi, termasuk komunitas yang mendapatkan stigma dan diskriminasi di masyarakat terkait Covid-19.

“Sebagai upaya menjalankan peran tersebut, pekerja sosial harus dibekali dengan nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang mumpuni agar kehadiran pekerja sosial dapat dirasakan secara nyata kebermanfaatannya dalam masyarakat di mana pun mereka berada, ” terang Mensos.

Poltekesos Bandung telah melahirkan Sarjana Pekerjaan Sosial, meyakini kehadiran Pekerja Sosial Profesional bisa memberikan sumbangsih nyata sebagai helping profession yang membantu masyarakat rentan dan membutuhkan dapat bangkit dan berdaya demi mewujudkan kehidupan yang lebih maju dan sejahtera.

“Kami sangat menaruh harapan kepada seluruh civitas akademika Poltekesos Bandung terus meningkatkan kualitas dan kompetensi para sarjana baik Program Sarjana Terapan dan Program Magister Terapan agar dapat berkontribusi dalam pembangunan bidang kesejahteraan sosial yang penuh dengan tantangan, ” katanya.

Mensos berpesan kepada para orangtua dan keluarga menyampaikan turut bersuka-cita karena dengan segala upaya dan doanya putra-putri telah berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik di Poltekesos Bandung.

“Sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia dan atas nama pribadi mengucapkan “Selamat dan turut Berbahagia” kepada para wisudawan atas keberhasilannya menyelesaikan studi di Poltekesos Bandung, ” terang Mensos.[ama]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close