HEALTH

Gawai Bisa Picu Stres, Gunakan Secara Bijak dan Benar

Selasa, 21 November 2017

Indonesiaplus.id – Di era digital ini, smartphone atau gawai merupakan alat yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Maraknya penggunaan gawai ternyata bisa berdampak negatif pada emosional penggunanya, hingga menyebabkan stres.

Penggunaan gawai yang berlebihan dan tidak tepat sangat bisa berpotensi menimbulkan berbagai gangguan, salah satunya terkait emosi, berbagai keluhan, seperti sakit kepala, nyeri telinga dan gangguan konsentrasi. Hal ini diduga terkait paparan gelombang elektromagnetik.

Penelitian teranyar di Swedia, ada hubungan antara frekuensi penggunaan gawai dengan stres, gangguan tidur dan terjadinya depresi. Sedangkan dalam penelitian lain menyimpulkan bahwa adanya hubungan antara penggunaan gawai dengan stres.

Pada penelitian yang dilakukan pada sejumlah orang pengguna gawai, semakin kuat seseorang tergantung pada gawai, semakin kuat pula kadar stres yang dialami.

Selain itu, penggunaan gawai berdampak pada kehidupan sosial seorang. Remaja dbisa menghabiskan 2 jam 40 menit menatap layar gawainya setiap hari. Jumlah waktu ini setara dengan 40 hari selama setahun.

Bahkan, dada penelitian ini menunjukkan adanya keterikatan remaja pada gawai, layaknya ketergantungan mereka pada orang tua. Tentunya hal ini merupakan temuan yang sangat mengkhawatirkan

Gunakan gawai secara bijak
Sebagai alat temuan teknologi gawai perlu dimanfaatkan dengan bijaksana. Bagaimana cara menggunakan gawai agar tidak mengganggu kualitas hidup secara keseluruhan.

Batasilah penggunaan gawai untuk keperluan pekerjaan. Hindari melihat gawai saat berkumpul dengan orang-orang terdekat. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya saat Anda bersama keluarga. Hindari juga kebiasaan penggunaan gawai sebelum tidur. Sebaiknya, letakkan gawai Anda jauh dari tempat tidur.

Memang, gawai sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Namun penggunaannya yang tidak bijak bisa menimbulkan beragam dampak buruk bagi kesehatan, termasuk stres.[Was]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close