GLOBAL

UU Hong Kong Larang Demonstran Pakai Topeng, Polisi Amankan 13 Orang

Indonesiaplus.id – Para demonstran menolak melepaskan topeng, sehingga Polisi Hong Kong menangkapi yang tetap nekat mengenakannya.

Berdasarkan undang-undang darurat yang telah ditetapkan, pemerintah melarang demonstran mengenakan topeng dalam setiap aksi unjuk rasa di wilayah hukum Hong Kong.

South China Morning Post (SCMP), melaporkan pada Ahad (6/10/2019), setidaknya ada 13 demonstran Hong Kong telah ditangkap karena menyembunyikan wajah mereka.

Penangkapan pertama dilakukan sekitar pukul 10 malam di Tai Po. Di mana ada dua orang yang diduga mengambil bagian dalam pertemuan yang tidak sah, menolak untuk melepaskan topeng ketika diminta untuk melakukannya.

“Polisi memperingatkan mereka tentang undang-undang baru dan menyuruh mereka melepas topeng mereka,” ucap seorang sumber kepada SCMP.

Pedoman internal polisi yang diperoleh SCMP, petugas disarankan untuk memperingatkan tersangka tentang undang-undang anti-topeng baru jika situasinya memungkinkan.

Selain itu, seseorang bisa ditangkap jika tidak mau menanggalkan barang yang menutupi wajah mereka. Melanggar hukum anti-topeng dapat menyebabkan denda maksimum sebesar 25.000 Dollar Hong Kong (USD

3.188) dan satu tahun penjara.

“Dalam UU anti-topeng telah memicu kemarahan kita dan lebih banyak orang akan datang ke jalan,” ujar Lee, seorang mahasiswa yang mengenakan topeng biru.

Hingga Ahad malam waktu setempat, aksi demonstrasi masih terus melanda Hong Kong. Para demonstran bahkan kian mengganas dengan melemparkan bom molotov.

Polisi tetap menggunakan senjata andalan mereka, gas air mata. Juga, Polisi menahan sejumlah demonstran, mengikat pergelangan tangan dengan kabel dan membuka kedok wajah, sebelum mengangkut ke atas bus.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close