GLOBAL

Protes Pemanasan Global Ribuan Pemuda Inggris dan Anak-anak Penuhi Jalanan

Sabtu, 13 April 2019

Indonesiaplus.id – Jalanan dan bundaran utama di seluruh Inggris Jumat (12/4/2019), dipenuhi puluhan ribu pemuda dan anak-anak untuk memprotes kebijakan pemerintah dan mendesak dilakukannya tindakan guna menanggulangi perubahan iklim.

Para pemrotes berpawai melalui jalan paling sibuk di London dan Parliament Square sambil membawa poster dan spanduk serta meneriakkan slogan pecinta lingkungan hidup.

Satu poster besar dengan tulisan “Green New Deal” dibawa oleh sekelompok ratusan pemuda yang sempat mengganggu lalu-lintas di bagian tengah Oxford Street.

Laman AFP melansir, Sabtu (13/4) protes serupa juga diselenggarakan di kota besar lain di Inggris dan di berbagai negara lain.

Selain itu, para pemrotes menuntut pemerintah mengumumkan “keadaan darurat iklim” dan pembaruan “guna menangani perubahan iklim sebagai prioritas pendidikan”.

Pawai itu digelar usai laporan PBB belum lama ini memperingatkan bahwa batas temperatur global naik sampai 1,5 derajat di atas tingkat pra-industri, di atas itu dampak iklim menjadi sangat parah.

Berdasarkan laporan itu meminta dilakukannya tindakan yang tak pernah dilakukan sebelumnya, termasuk pengurangan buangan karbon dioksida sampai hampir separuh dalam waktu 12 tahun.

PBB menggaris-bawahi di dalam laporannya pada Maret bahwa prospek bencana tak terelakktan jika semua negara gagal mengurangi buangan gas rumah kaca, yang memberi sumbangan pada pemanasan global.

Terjadi peningkatan jumlah bencana alam dan bahaya berkaitan dengan perubahan iklim merupakan “seruan kesadaran kuat lain ” kepada dunia, yang harus bertindak dengan menemukan penyelesaian yang berkesinambungan secepatnya, kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres saat peluncuran laporan itu.

Organisasi Meteorologi Dunai (WMO) melaporkan bahwa pada awal 2019 telah menyaksikan temperatur musim dingin yang hangat di Eropa, cuaca dingin luar biasa di Amerika Utara, dan gelombang sangat panas di Australia.

“Hamparan es di Kutub Utara dan Selatan sekali lagi berada di bawah rata-rata, tulis WMO. Bahkan, organisasi itu memperkirakan temperatur permukaan air laut jauh di atas rata-rata, yang diperkirakan akan mengakibatkan temperatur daratan di atas normal, terutama di daerah tropis, sepanjang Mei.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close