GLOBAL

PM Abe Peringati Kalah Perang Dunia II, Kirim Persembahan ke Kuil Yasukuni

Rabu, 16 Agustus 2017

Indonesiaplus.id – Untuk memperingati kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengirim persembahan ritual ke kuil Yasukuni.

Kunjungan oleh para pemimpin Jepang ke kuil Yasukuni membuat marah Beijing dan Seoul. Pasalnya, kunjungan Abe menjadi bentuk penghormatan kepada 14 pemimpin Jepang yang dihukum oleh pengadilan Sekutu sebagai penjahat perang, bersamaan dengan kematian yang terjadi pada perang lainnya.

PM Abe hanya mengunjungi kuil tersebut satu kali sejak menjabat pada 2012. Meski demikian, dia mengirimkan persembahan pada 15 Agustus dan selama festival dua tahunan Yasukuni.

Menurut Masahiko Shibayama, anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal Abe, bahwa dia telah memberikan persembahan atas nama Abe.

Langkah Abe muncul di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut setelah uji coba peluru kendali Korea Utara, ancaman dari Pyongyang yang akan menyerang sekitar wilayah AS di Guam dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memperingatkan kemarahan besar jika Korut mengancam AS.

Pada Selasa 15 Agustus, Jepang mengadakan peringatan 72 tahun penyerahan dirinya dalam Perang Dunia II. Seremoni yang dipusatkan di Tokyo ini dihadiri oleh Kaisar Akihito, Permaisuri Michiko, Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe, serta ribuan anggota keluarga para tentara yang meninggal akibat perang tersebut.

Dalam pidatonya, Abe bersumpah tidak akan terulangnya lagi kerusakan akibat perang. Ia mengajak semua pihak menghadapi sejarah dengan bekerja menuju perdamaian dan kemakmuran dunia. Namun, Abe tidak menyinggung masalah agresi Jepang yang justru memicu pecahnya perang.

Upacara itu disebut sebagai peringatan tahunan yang akan dihadiri Kaisar Akihito mengingat ia akan resmi turun tahta pada akhir 2018. Menyampaikan penyesalan, sang kaisar berharap, kerusakan perang tidak akan pernah terulang.

Segenap peserta upacara peringatan di Nippon Budokan itu tidak lupa mengheningkan cipta untuk mengenang 2,3 juta tentara dan 800 warga sipil yang tewas pada Perang II. Mereka termasuk para korban akibat serangan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.[Fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close