GLOBAL

Infeksi Covid-19 PM Boris Johnson Memburuk dan Dipindah ke ICU

Indonesiaplus.id – Gejala infeksi coronavirus disease-19 (COVID-19) yang diderita Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnsonn terus memburuk, sehingga dipindahkan ke intensive care unit (ICU) atau unit perawatan intensif.

Menurut kantor PM Inggris atau Downing Street Johnson masih sadar. Namun, Inggris tidak memiliki rencana suksesi formal jika perdana menteri menjadi lumpuh, tetapi Johnson berusia 55 tahun meminta Menteri Luar Negeri Dominic Raab untuk mewakilinya.

“Jadi, sepanjang siang ini kondisi perdana menteri telah memburuk dan atas saran tim medisnya, dia telah dipindahkan ke unit perawatan intensif di rumah sakit. PM telah meminta Menteri Luar Negeri Dominic Raab…untuk mewakili dia jika diperlukan,” tulis siaran pers Downing Street, seperti dikutip AFP, Selasa (7/4/2020).

PM dipindahkan ke fasilitas darurat lainnya jika dia perlu menggunakan ventilator di Rumah Sakit St Thomas di London pada hari Minggu setelag gejala infeksi COVID-19 belum hilang sejak sepuluh hari dites positif terinfeksi penyakit tersebut.

Ia dites positif terpapar virus corona baru pada 27 Maret dan menjadi pemimpin dunia yang paling terkenal karena terinfeksi penyakit yang telah menyebar dengan cepat di seluruh dunia.

Pada Ahad malam dia dibawa ke rumah sakit milik pemerintah terdekat atas saran dokternya. Para pejabat mengatakan itu adalah “langkah pencegahan”, tetapi pertanyaan sebelumnya telah diajukan tentang apakah pemimpin Partai Konservatif itu masih bisa menjalankan tugas negara atau tidak.

Sementara itu, pemerintah Inggris dikritik karena awalnya menolak mengikuti negara-negara Eropa lainnya dalam mengharuskan orang untuk tinggal di rumah ketika virus menyebar.

Pada awal Maret ia masih berjabat tangan dengan orang-orang. Tapi dua minggu lalu dia memerintahkan penutupan wilayah secara nasional dan Inggris sekarang dalam cengkeraman wabah yang serius.

Tercatat lebih dari 50.000 kasus dan lebih dari 5.000 kematian telah dicatat sejauh ini, dengan korban harian terbaru 439 jiwa.

Menteri Kesehatan Matt Hancock dan pewaris takhta Kerajaan Inggris; Pangeran Charles, telah terinfeksi virus corona baru, meskipun sejak itu mereka sudah pulih.

Menanggapi krisis COVID-19, Ratu Elizabeth II membuat pidato publik yang langka pada Minggu malam. Dia mengobarkan semangat Perang Dunia II kepada rakyat Inggris untuk mengalahkan pandemi COVID-19.

Dia juga mendesak rakyat Inggris untuk tetap bersatu. “Kami bersama teman-teman kami dan akan bersama keluarga kami lagi. We’ll Meet Again,” seru ratu, di mana kalimat terakhirnya itu merujuk pada lagu penyemangat Inggris dalam Perang Dunia II berjudul “We’ll Meet Again”.

Sementara itu, Menteri Perumahan Robert Jenrick mengatakan kepada stasiun televisi BBC Perdana Menteri telah bekerja luar biasa keras selama krisis COVID-19. Menurutnya, dia akan merasa “sangat frustrasi” karena sakit.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close