GLOBAL

Gencatan Senjata, Bantuan Kemanusiaan Kembali Masuk Yaman

Selasa, 19 Februari 2019

Indonesiaplus.id – Dalam kondisi perang ada secercah harapan muncul di Yaman. Ketika kedua kubu berseteru, pemberontak Houthi dan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, setuju menarik pasukan dari Hudaidah.

Bila saja tidak ada lagi baku tembak di area tersebut, bantuan kemanusiaan bisa kembali masuk. Penduduk yang kelaparan bisa segera terbantu.

”Semua pihak mencapai kesepakatan tahap I tentang penempatan kembali tiap-tiap pasukan,” tulis pernyataan PBB sebagaimana dikutip Reuters.

Pasukan Houthi berkuasa di dalam Hudaidah selama ini, sedangkan koalisi pimpinan Arab Saudi mengepung di sekelilingnya, terutama wilayah Timur.

Houthi akan pergi dari Pelabuhan Saleef serta Ras Isa dan menjauh dari fasilitas-fasilitas kemanusiaan di wilayah tersebut. Pasukan koalisi pimpinan Saudi bakal mundur dari sisi timur Hudaidah yang selama ini dijadikan sebagai medan perang.

Dari kesepakatan tercapai dalam pertemuan yang difasilitasi PBB dan berlangsung selama dua hari di Hudaidah.  Belum diketahui tanggal pasti penerapan demiliterisasi di wilayah tersebut.

Rencananya, sepekan mendatang pertemuan kembali diselenggarakan untuk finalisasi detail penempatan ulang pasukan.

Letak Hudaidah memiliki pelabuhan besar yang menghadap Laut Merah. Pelabuhan Saleef untuk biji-bijian dan berbagai bahan lainnya. Lalu, Pelabuhan Ras Isa yang dikhususkan untuk minyak.

Dari dua pelabuhan tersebut, barang-barang impor dan bantuan kemanusiaan masuk ke Yaman. Karena itu, PBB berharap kesepakatan kali ini berjalan dengan baik dan tidak meleset seperti sebelumnya.

Pada pertemuan yang digelar di Swedia tahun lalu, kedua pihak sepakat gencatan senjata pada 18 Desember. Seharusnya, penarikan pasukan dilakukan pada 7 Januari lalu. Tapi, hingga deadline terlewati, tak ada pasukan
yang ditarik.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close