GLOBAL

Disetujui Majelis Rendah, Spanyol Resmi Sahkan UU Izinkan Eutanasia

Indonesiaplus.id – Undang-undang (UU) yang melegalkan eutanasia baru-baru ini dilegalkan secara resmi oleh Spanyol.

Spanyol menjadi negara keempat di Eropa yang mengizinkan orang mengakhiri hidup mereka sendiri dalam beberapa situasi atau keadaan.

Persetujuan diberikan oleh majelis rendah parlemen Spanyol terkait UU tersebut dengan dukungan dari partai-partai tengah dan sayap kiri, Kamis (18/3/2021).

Menurut UU tersebut diizinkan orang dewasa dengan penyakit “serius dan tidak tersembuhkan” yang menyebabkan “penderitaan tak tertahankan” memilih untuk mengakhiri hidup mereka.

Namun, UU baru tersebut diharapkan mulai berlaku pada Juni mendatang. Anggota parlemen dari majelis rendah parlemen Spanyol mengesahkan UU tersebut dengan 202 suara mendukung, 141 menentang dan dua abstain.

Kembali pemerintah koalisi minoritas Spanyol dipimpin oleh Partai Sosialis Sanchez, harus mencari dukungan dari partai lain untuk mengesahkan RUU tersebut.

“Hari ini adalah hari yang penting: kami menuju pengakuan hak asasi manusia. Kami menuju masyarakat yang lebih manusiawi dan adil,” Menteri Kesehatan Carolina Darias mengatakan kepada anggota parlemen.

“Hari ini kami telah menjadi negara yang lebih manusiawi, lebih adil dan lebih bebas,” cuit Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sánchez di Twitter hanya beberapa menit setelah pemungutan suara.

“Hukum eutanasia, yang dituntut secara luas oleh masyarakat, akhirnya menjadi kenyataan,” lanjutnya.

Nantinya, UU ini akan mengizinkan dua cara sukarela yang memungkinkan seseorang mengakhiri hidupnya sendiri, yakni eutanasia dan bunuh diri dengan bantuan.

Eutanasia adalah tindakan mengakhiri hidup dengan sengaja untuk menghilangkan penderitaan – misalnya suntikan mematikan yang diberikan oleh dokter.

Sedangkan, dalam kasus bunuh diri yang dibantu, tindakan tersebut dilakukan oleh orang itu sendiri dengan bantuan.

Bagi seorang dokter bisa menolak permintaan tersebut, jika persyaratannya belum terpenuhi. Ini harus disetujui oleh tenaga medis kedua dan oleh badan evaluasi.

Setiap tenaga medis dapat menarik diri atas dasar “hati nurani” untuk mengambil bagian dalam prosedur tersebut.

Pengesahan UU ini dirayakan oleh aktivis hak-untuk-mati, tetapi dikutuk oleh kelompok konservatif dan religius.
Namun di luar parlemen, kelompok yang mendukung dan menentang RUU tersebut berdemonstrasi selama debat dan pemungutan suara.

Melalui UU tersebut menghadapi tentangan keras dari kelompok sayap kanan dan agama yang percaya bahwa eutanasia salah.

Partai sayap kanan Vox mengatakan akan menggugat undang-undang tersebut di Mahkamah Konstitusi Spanyol.

Danel Aser Lorente, seorang dosen film berusia 45 tahun yang ibunya menderita Alzheimer dan tidak diberi hak untuk mengakhiri hidupnya sendiri, merasa senang dengan hasilnya.

“Mulai hari ini, kami orang Spanyol akan bisa tidur lebih nyenyak, merasa sedikit lebih bebas,” katanya kepada kantor berita AFP.

Seperti diketahui, sebelum UU itu diberlakukan, membantu seseorang agar meninggal di Spanyol berpotensi hukuman penjara hingga 10 tahun.

Saat ini, Belgia, Luksemburg, Belanda, Kanada dan Kolombia adalah negara yang melegalkan eutanasia.

Sedangkan, parlemen Portugal berusaha mengambil langkah yang sama. Namun pada pekan ini, UU yang berusaha melegalkan eutanasia ditolak karena dianggap tidak konstitusional oleh pengadilan tinggi negara.[mar]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close