GLOBAL

Disebut Teroris, IM: AS Tunduk pada Kediktatoran Timur Tengah

Kamis, 2 Mei 2019

Indonesiaplus.id – Rencana Amerika Serikat (AS) yang ingin melabeli sebagai organisasi teroris asing, membuat kelompok Ikhwanul Muslimin (IM) terkejut. Ia menilai, AS telah tunduk pada kediktatoran represif di Timur Tengah.

“Tentu sangat mengejutkan perumusan kecenderungan Pemerintah AS tunduk pada kediktatoran represif di Timur Tengah alih-alih konsisten dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang biasanya diproklamirkan oleh negara Amerika,” tulis Ikhwanul Muslimin seperti dikutip laman Anadolu Agency, Rabu (1/5/2019).

Tak akan terpengaruh, kata Ikhwanul Muslimin, oleh rencana AS tersebut. Ikhwan akan terus bekerja sesuai dengan pikiran yang damai dan moderat. “Ikhwanul akan terus lebih kuat daripada resolusi apa pun,” tandasnya.

Pada Selasa (30/4/2019),Gedung Putih, mengatakan, Presiden Donald Trump sedang bekerja untuk menunjuk Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris asing. Hal itu akan mengarah pada penerapan sanksi terhadap gerakan Islam tertua di Mesir tersebut.

Saat bertemu Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi di Washington pada 9 April lalu, salah satu yang dibahas adalah tentang ancaman Ikhwanul Muslimin. Sisi secara pribadi menyampaikan kekhawatirannya kepada Trump terkait kegiatan kelompok itu.

Ada beberapa negara yang telah memasukkan Ikhwanul Muslimin ke daftar hitam, antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close