GLOBAL

AS Tempatkan Rudal di Asia, Rusia: Jadi Ancaman Stabilitas Global

Indonesiaplus.id – Ambisi Amerika Serikat (AS) untuk menempatkan rudal-rudal jarak menengah di Asia-Pasifik dikecam Rusia. Sebab, bisa menimbulkan ancaman bagi keamanan global.

Pada awal bulan ini, Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan ia mendukung penempatan rudal jarak menengah di Asia dalam waktu dekat.

Namun, tidak merinci lokasi penempatan senjata kendati sudah melakukan pembicaraan dengan Australia. Pihak Australia sendiri telah menolak jika wilayahnya dijadikan basis rudal-rudal Amerika.

Semenatara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengomentari bahwa jika leluasa menempatkan misil di Asia, Washington juga akan ekspansi ke tempat lain di dunia.

“Saya kira ini hanya langkah pertama dan di masa depan, AS bisa mengerahkan senjata seperti itu ke wilayah lain di dunia, termasuk Eropa,” ujar juru bicara kementerian tersebut, Maria Zakharova, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (23/8/2019).

Rusia meminta Dewan Keamanan PBB memberikan pengarahan tentang pengembangan rudal jarak menengah AS. Pengarahan itu dijadwalkan akan dimulai pukul 19.00 waktu Washington.

Secara resmi AS telah menarik diri dari Perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987 sejak 2 Agustus 2019. Washington keluar dari traktat pencegah konflik nuklir itu setelah menuduh Moskow melanggar ketentuan dalam perjanjian.

Beberapa pekan setelah keluar dari Perjanjian INF, Washington menguji coba rudal jelajah Tomahawk berbasis darat. Rudal yang dilarang dalam Perjanian INF itu melesat sekitar 500 km.

Menurut Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper uji coba misil itu ditujukan untuk China. Esper mengindikasikan bahwa kekhawatiran utama AS saat ini adalah China.

“Sebenarnya kami ingin memastikan sebagaimana kami perlukan, memiliki kemampuan mencegah perilaku buruk China dengan memiliki kemampuan kami sendiri untuk menyerang pada jarak menengah,” pungkasnya.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close