ECONOMY

Sosialisasi Program Jamsostek, Menaker Ida: Tingkatkan Kenyamanan Kerja dan Produktivitas di Perusahaan

Indonesiaplus.id – Kementerian Ketenagakerjaan menggelar “Sosialisasi Program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) bagi Pelaku Hubungan Industrial di Perusahaan dalam situasi Bencana non-alam Pandemi Covid-19 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/9/2021).

Menurut Menaker Ida guna menyikapi dan menjaga keberlangsungan kepesertaan pekerja penerima upah dalam program Jamsostek, Pemerintah sebagai regulator dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai operator meningkatkan cakupan kepesertaan baik bagi pekerja Penerima Upah maupun Pekerja Bukan Penerima Upah.

“Upaya peningkatan cakupan kepesertaan di antaranya melalui kegiatan Sosialisasi Program Jamsostek bagi Pelaku Hubungan Industrial di Perusahaan,” tutur Menaker Ida Fauziyah, dalam sambutannya.

Untuk mendorong efektifitas pelaksananaan Jamsostek bagi pekerja penerima upah maka dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021, Kemnaker menargetkan capaian cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Pekerja Penerima Upah mencapai 29,44 persen dari total penduduk yang bekerja.

“Target cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada 2024 sebanyak 37,24 persen dari total penduduk yang bekerja,” tandas Ida Fauziyah.

Mencermati Data BPJS Ketenegakerjaan pada Juli 2021, Ida menambahkan secara nasional jumlah peserta Jamsostek, Penerima Upah sebanyak 40,1 Juta orang. “Di Provinsi Jawa Tengah jumlah peserta Jamsostek Penerima Upah, sebanyak 1,96 juta orang berasal dari 77,3 ribu perusahaan,” ungkapnya.

Pemberlakuan UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) serta peraturan pelaksanaannya merupakan bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan digelarnya sosialisasi program Jamsostek bagi pelaku hubungan industrial ini, diharapkan mampu memahami pentingnya Jamsostek bagi setiap perusahaan dan mengikutkan seluruh pekerjanya dalam program jaminan sosial.

“Jelas bermanfaat dan perlindungan yang diberikan sangatlah besar, yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan kenyamanan bekerja dan produktivitas di perusahaan,” terang Menaker Ida Fauziyah.

Dirjen PHI dan Jamsos, Indah Anggoro Putri, mengatakan, bahwa kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan perlindungan bagi pekerja di Indonesia.

“Ekosistem ketenagakerjaan Indonesia bisa semakin kuat dan mumpuni, jika kita memperhatikan semua elemen hak-hak  pekerja yakni bagaimana pekerja memperoleh perlindungan. Salah satunya jaminan sosial,” ungaknya.

Kegiatan sosialisasi Jamsostek bagi pelaku hubungan industrial di perusahaan diikuti oleh 50 peserta, yang terdiri dari 25 pekerja dan 25 pelaku bisnis atau manajemen perusahaan di Semarang.

“Peserta semuanya belum menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, sehingga kita beri pemahaman apa saja manfaat menjadi Anggota BPJS Ketenagakerjaan,” tandas Indah.[tat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close