ECONOMY

Soal Mekanisme Pelaksanaan PSBB, Pengusaha Minta Kejelasan

Indonesiaplus.id – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) siap didukung para pengusaha, terutama di DKI Jakarta yang telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan.

Menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani diberlakukannya PSBB di DKI Jakarta maupun wilayah lain nantinya, tidak akan ada perubahan yang drastis di masyarakat maupun pengusaha.

“Pasalnya, pemerintah sebelumnya telah menerapkan anjuran bekerja, belajar dengan persetujuan PSBB kami perkirakan ada pengawasan dan kontrol yang lebih ketat dari Pemprov DKI Jakarta dan nasional terhadap mobilitas orang dan barang yang keluar-masuk Jakarta,” katanya, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya akan memberikan tekanan yang lebih tinggi pada jasa transportasi dan logistik, khususnya apabila transportasi publik dan lalu lintas logistik barang dibatasi atau diperketat.

Namun, kondisi tersebut tidak langsung akan mengganggu aktivitas ekonomi yang masih berjalan selama penerapan PSBB, seperti pengadaan pangan, obat-obatan, layanan kesehatan, jasa perbankan dan jasa publik.

Jakarta secara esensi tidak bisa hidup atau melakukan kegiatan ekonomi tanpa didukung oleh pekerja dan barang dari tempat lain.

“Semakin ketat pengawasan atau restriksi terhadap pergerakan orangnya, aktivitas ekonominya baik primer maupun non-primer akan ikut terhambat,” tandasnya.

Dampak lebih jauh terhadap ekonomi akan sangat tergantung pada seberapa pruden Pemprov DKI Jakarta dalam menerapkan dan mengawasi pelaksanaan PSBB.

Pembatasan pergerakan manusia melalui kebijakan PSBB, hanya akan berdampak pada ekonomi sektor yang bersifat tersier dan sekunder.

Aktivitas ekonomi primer yang sangat dibutuhkan masyarakat sepanjang pelaksanaan PSBB, tetap dapat tersedia.

Kementerian Kesehatan resmi menyetujui pengajuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sementara itu, Kepada Bisnis, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan dirinya telah menandatangani pengajuan PSBB DKI Jakarta per pagi ini, Selasa (7/4/2020).

“Sudah tanda tangan sekarang dikirim ke sana. Per tanggal ini, Selasa (7/4/2020, semalam itu draft-nya begitu sudah tanda tangan, ada yang typo. Jadi saya koreksi,” ungkapnya.

Dimulainya pemberlakuan PSBB DKI Jakarta akan tergantung pada keputusan Pemprov DKI Jakarta. “Namun, untuk berlakunya terserah Gubernur yang penting izin sudah saya berikan,” katanya.[sal]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close