ECONOMY

Selain Garuda dan BUMN Karya, Perusahaan Pelat Merah Ini Bejibun Hutang

Indonesiaplus.id – Kondisi pailit dialami tidak hanya oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan BUMN Karya. Juga, sejumlah perusahaan pelat merah dilanda masalah yang sama.

Menurut Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng terdapat sejumlah BUMN memiliki masalah keuangan cukup berat, seperti PT Perusahaan Listrik Negara (Persero/PLN), dengan utang tembus Rp 700 triliun.

“Utang segede itu digunakan untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pembelian listrik swasta, pembelian batubara, serta energi primer lainnya, ” ujar Salamuddin di Jakarta, Sabtu (20/11/2021).

Keuangan pabrik setrum pelat merah ini, mulai batuk-batuk dan kini PLN tengah berhadapan dengan over supply listrik. Listrik yang mereka beli, secara take or pay (TOP), hanya separuh yang terjual.

Hutang menggunung juga dialami PT Telkom (Persero) Tbk namun agak tertolong anak usahanya, PT Telkomsel yang menghasilkan untung lumayan. Saham Telkom digenggam Singapura. Selanjutnya, PT Pertamina (Pertamina) diduga menanggung utang hingga Rp 600 triliun.

“Kebakaran kilang minyak Pertamina terjadi secara beruntun dalam satu tahun terakhir, mulai dari kilang Balikpapan, Balongan dan dua kali kilang Cilacap. Pemangkasan anggaran belanja Pertamina, mengindikasikan adanya masalah keuangan sudah di ubun-ubun,” tandasnya.

Salamuddin berharap ada keajaiban dan BUMN yang terjerat utang super gede itu, masih bisa diselamatkan. caranya bagaimana?

“Saya kira Pak Jokowi tahu di mana ada uang banyak. Beliau sudah teken kok! Beliau sudah menandatangani MLA untuk mengembalikan aset negara di luar negeri, hasil korupsi BLBI dan penjarahan sumber daya alam oleh oligarki Indonesia, selama puluhan tahun. Semoga ya,” harapnya.[tat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close