Peringati Maulid Nabi, Menaker Ajak ASN Teladani Sifat Rasulullah
Indonesiaplus.id – Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kemnaker diajak Menteri Ketengakerjaan Ida Fauziyah untuk meneladani pribadi dan sifat Nabi Muhammad saw.
Semangat mencontoh pribadi Rasulullah, hendaknya bukan hanya dihafal saja, melainkan juga perlu dihidupkan atau diaplikasikan dalam bentuk sikap nyata.
Dalam konteks secara umum maupun di lingkungan ketenagakerjaan, salah satunya yakni tak mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya (korupsi), baik secara individu maupun berkelompok, baik bernilai kecil maupun besar. Korupsi sering kali dimaklumi ketika nilainya kecil dan tidak signifikan serta dijustifikasi atas nama kesejahteraan.
“Pemakluman menciptakan preseden bagi pemakluman-pemakluman serupa. Pada akhirnya korupsi menjadi bernilai besar, dilakukan secara beramai-ramai, dan bersifat sistemis. Hal ini dapat berpengaruh pada performa kinerja suatu kementerian/lembaga,” ujar Menaker Ida Fauziah dalam sambutan peringatan Maulud Nabi Muhammad 1444 H/2022 M di gedung Serbaguna Kemnaker, Jakarta, Rabu (8/11/2022).
Sifat Rasulullah lain yang patut dicontoh yakni mengerjakan pekerjaan secara sungguh-sungguh untuk mencapai hasil optimal. Bukan sebaliknya, pekerjaan dilakukan hanya untuk menggugurkan tanggung jawab.
“Berangkat dari keputusan untuk bekerja dan tetap bekerja menunjukkan sebuah komitmen dalam bekerja yang harus dipenuhi,” tandas Menaker Ida.
Selian itu, dalam konteks bekerja, ASN diposisikan pelayan masyarakat dan digaji dengan uang masyarakat. Maka terdapat tanggung jawab moral untuk bekerja dan melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh.
“Pilihan untuk bekerja atau tetap bekerja sebagai ASN menciptakan komitmen kerja yang perlu Bapak/Ibu penuhi,” katanya.
Menaker Ida Fauziyah menilai bahwa perlu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung peneladanan sifat Rasulullah, seperti pengawasan lebih ketat terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan ASN.
Juga, keberadaan sistem insentif dan sanksi sesuai dengan performa pegawai (dari proses dan hasil pekerjaan, bukan dari kehadiran di kantor semata).
“Namun, jika hanya dilakukan perubahan pola pikir atau lingkungan kerja saja maka perbaikan yang dilakukan akan menjadi sia-sia. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki keterkaitan komplek dan tidak mungkin dipisahkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang baik dan mendorong performa kerja yang tinggi,” tandasnya.
Peringatan maulid menjadi momentum bagi ASN untuk meneladani sifat dan perilaku Rasulullah saw. dan mengimplementasikannya pada kegiatan kerja sehari-hari.
“Pekerjaan yang kita lakukan bisa membawa keberkahan dan juga berkontribusi positif bagi pembangunan dan masyarakat sesuai tugas kita sebagai ASN,” harapnya.
Acara peringatan Maulid Nabi Muhammad saw, diisi tausiah oleh KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Pimpinan Pondok Pesantren Assalafi Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah.[tat]





