ECONOMY

Lever Tertinggi April 2018 Harga Emas Dunia Terus Naik

Sabtu, 8 Juni 2019

Indonesiaplus.id – Pada April tahun lalu, harga emas melonjak 1 persen terangkat ke level tertingginya. Kenaikan tersebut dipicu pertumbuhan data pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang melambat mendorong Dolar melemah, disebabkan harapan jika Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada tahun ini.

Selain itu, harga emas terdorong kekhawatiran bahwa perang perdagangan AS dengan Meksiko dan China akan memperlambat ekonomi global.

“Dari jumlah pekerjaan di AS lebih lemah dari yang diharapkan dan itu mendorong pasar emas melaju. Itu memberi bulls teknis momentum, ” ujar Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco.

Para pedangan bertaruh jika Fed akan mulai menurunkan suku bunga segera setelah Juli dan dua kali lagi sebelum akhir tahun.

Juga, suku bunga yang lebih rendah meningkatkan harga emas dengan mengurangi peluang bagi invesatasi lain dan melemahkan dolar, yang tergelincir ke level terendah dalam 2-1 / 2 bulan setelah data pekerjaan AS keluar.

AS memberi eksportir China waktu dua minggu lagi untuk memasukkan produknya ke AA. Itu sebelum negara ini menaikkan tarif barang-barang dari negara tersebut.

“AS-Chinamenjadi perang dagang yang berlarut-larut …Kerugian yang diakibatkan momentum ekonomi ini mendorong lebih banyak investor beralih ke emas dan itu akan menjadi faktor utama harga naik menuju USD 1.350,” ungkap Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD Securities.

Trump mengatakan pada hari Jumat masih ada kemungkinan jika AS akan dapat mencapai kesepakatan dengan Meksiko terkait gelombang migran di perbatasan.

Kendati pemerintahannya masih terus mendorong rencana untuk menerapkan tarif impor bagi semua barang Meksiko pada minggu depan.

Harga perak naik 1,1 persen menjadi USD 15,01 per ons, di jalur peningkatan mingguan terbesar sejak akhir Desember.

Sedangkan untuk harga Platinum turun 0,2 persen menjadi USD 801,50 per ounce, dan menuju kenaikan mingguan pertamanya dalam tujuh minggu. Sementara harga palladium naik 0,6 persen menjadi US 801,50 per ounce.[sal]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close