Kerugian Akibat Bencana Alam Dunia Rata-Rata Capai Rp8.000 Triliun Tiap Tahun
Indonesiaplus.id — Kerugian ekonomi akibat bencana alam di seluruh dunia rata-rata mencapai 450 miliar dolar AS, atau setara mendekati Rp8.000 triliun per tahun. Angka ini menunjukkan tren yang terus meningkat dibandingkan masa lalu.
Demikian laporan harian asal Inggris, Financial Times (FT), yang merilis data dari Verisk — lembaga analisis data dan penilaian risiko berbasis Amerika Serikat — pada Senin (7/9/2026).
Peningkatan besaran kerugian itu mencerminkan dampak berat perubahan iklim. Selain itu, meluasnya kawasan perkotaan membuat semakin banyak bangunan berada di jalur risiko bencana.
Dari total kerugian tersebut, ternyata 62 persennya tidak tertanggung asuransi. Artinya, rumah tangga, pelaku usaha, hingga pemerintah harus menanggung sendiri kerugian yang tidak dilindungi polis rata-rata sebesar 279 miliar dolar AS tiap tahun. Angka tersebut bahkan melonjak lebih tinggi pada tahun-tahun yang diwarnai bencana berskala besar.
Tercatat, tahun 2025 menjadi tahun keenam secara beruntun di mana nilai kerugian yang tertanggung asuransi di seluruh dunia menembus angka lebih dari 100 miliar dolar AS.
Menghadapi terus naiknya beban biaya, pelaku industri asuransi mulai mengambil langkah pengetatan. Ketentuan polis diperketat, dan sejumlah jenis risiko mulai dikeluarkan dari daftar perlindungan standar.
Beberapa perusahaan asuransi besar bahkan telah berhenti memperpanjang pertanggungan di wilayah-wilayah yang dinilai memiliki tingkat risiko bencana sangat tinggi.[mar]





