ECONOMY

Pasca The Fed, Ini Daftar Kripto Berpotensi Loyo Sepanjang Akhir Agustus

Indonesiaplus.id – Pasca pertemuan The Fed yang akan memperketat kebijakan moneter pada pertemuan selanjutnya berpengaruh terhadap pasar kripto yang kompak anjlok.

Data dari Coinmarketcap, mayoritas kripto dengan kapitalisasi pasar besar kompak bertengger di zona merah.

Misalnya, bitcoin melemah 5,66 persen dalam 24 jam terakhir dan kini diperdagangkan di kisaran harga USD 20.297 atau sekitar Rp 301,4 juta.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto bergerak flat atau sideways dalam beberapa hari terakhir, lantaran mengantisipasi simposium The Fed di Jackson Hole, Wyoming, AS.

Sedangkan, dari sisi sentimen makroekonomi lainnya memang saat ini belum mendukung market kripto.

“Dengan meningkatnya inflasi di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa yang tinggi, membuat komoditas berisiko seperti aset kripto ikut terdampak,” ujar Afid dalam keterangan tertulis, dikutip Ahad (28/8/2022).

Usai mendengar komentar ketua The Fed, Jerome Powell, pasar kripto langsung serentak turun ke zona merah.

Kendati dalam kondisi tersebut, Afid menilai masih ada beberapa aset kripto berpotensi melanjutkan pelemahan sepanjang akhir Agustus 2022, sebagai berikut:

Pertama, Bluzelle (BLZ)
Blockchain untuk GameFi dengan kemampuannya untuk menghasilkan game berkualitas tinggi.

GameFi menggabungkan video game (game) dan keuangan terdesentralisasi (DeFi). GameFi menggunakan “play-to-earn”, di mana pemain menghasilkan uang menggunakan waktu yang diberikan untuk permainan.

BLZ adalah token mendukung platform Bluzelle dan jaringan penyimpanan terdesentralisasi. BLZ dapat digunakan untuk membayar transaksi, penyimpanan, staking, dan voting untuk menentukan masa depan jaringan. Sayangnya, Afid melihat token BLZ masuk dalam daftar kripto bearish pekan ini.

Kedua, BitShares (BTS)
Merupakan jaringan blockchain proof-of-stake (PoS) memberi pengguna akses ke decentralized exchange (DEX) dan token utilitas BTS yang digunakan untuk staking konsensus PoS dan untuk memberikan suara pada proposal jaringan.

Menurut Afid pergerakan harga BTS sudah membentuk pola overbought yang kemungkinan besar akan ada penarikan harga.

Lima hari terakhir, BitShares telah mendapatkan peringkat bullish pada skor sentimen Investor Observer. Skor sentimen mengukur kinerja BitShares selama lima hari terakhir berdasarkan volume dan pergerakan harga.

Ketiga, Ooki Protocol (OOKI)
Merupakan protocol untuk perdagangan margin dan pinjaman tokenized. Ini bisa digunakan untuk layanan pinjaman yang memberdayakan blockchain yang terdesentralisasi, efisien, dan bebas sewa.

Ooki adalah proyek yang dijalankan komunitas, diatur oleh suara komunitas untuk semua perubahan besar pada protokol. Afid menilai OOKI masih akan terus menurun selama beberapa waktu ke depan.

Keempat, Bitcoin Cash (BCH)
Merupakan jaringan blockchain proof-of-work dan aset kripto yang lebih cepat dan lebih murah untuk digunakan daripada Bitcoin (BTC). BCH adalah token yang merupakan fork dari Bitcoin yang dibuat pada 2017.

Menurut Afid harga BCH akan mengalami fase bearish pekan ini. Sebenarnya, harga BCH telah memicu harapan karena mencoba untuk membalikkan resistensi utama dengan mata tertuju pada USD 200.

Kelima, Tribe (TRIBE)
Sebagai token berbasis jaringan Ethereum yang mengatur Fei Protocol. Fei Protocol mengeluarkan stablecoin terpisah dan terdesentralisasi yang disebut FEI yang berusaha mempertahankan nilai USD 1,00.

TRIBE dapat digunakan untuk memilih peningkatan Fei Protocol dan untuk menyesuaikan kebijakan moneter stablecoin FEI.

Dalam penilaian Afid bahwa masuknya token TRIBE ke dalam daftar kripto bearish salah satunya disebabkan oleh sentimen negatif dari rencana Fei Protocol untuk keluar dari Tribe DAO.[tat]

Related Articles

Back to top button