SPORTS

Baiq Fazilah: Cita-Cita Lalu Zohri, Beli Tanah dan Bangun Rumah

Jumat, 13 Juli 2018

Indonesiaplus.id – Lalu Muhammad Zohri lahir dari keluarga dengan kondisi ekonomi serba terbatas dan bahkan tanpa orangtua. Namun, tak membuat ia tenggelam dalam nestapa.

Justru kondisi itu mengantar Zohri, seorang pemuda 18 tahun dari Lombok, NTB, sebagai juara dunia di nomor bergengsi lari 100 meter Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018 di Finlandia, Rabu (11/7/2018).

Tak pelak, berkat prestasinya itu Zohri telah membuat bangsa Indonesia bangga, terutama keluarganya.

“Usai melihat videonya yang dikirim Zohri melalui WhatsApp, saya langsung menangis dan sujud sukur kepada Allah SWT,” ucap kakak sulung Zohri, Baiq Fazilah (29), saat ditemui di rumahnya di Karang Pansor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, NTB, Kamis (12/7/2018).

Fazilah bercerita, adiknya itu bercita-cita ingin menjadi orang sukses dan membangunkan rumah sendiri untuk keluarga.

“Kalau saya sukses mau belikan tanah, terus bangun rumah sendiri,” ujar Fazilah meniru ucapan Zohri.

Sang kakak bercerita, Zohri memiliki kemauan keras untuk menjadi orang sukses, meski di tengah keterbatasan keluarga dan tanpa orangtua.

Ia merupakan yatim piatu. Ayahnya, Lalu Ahmad Yani, meninggal sekitar 2017. Sementara ibunya, Saeriah, telah meninggal sejak Zohri duduk dibangku sekolah dasar.

Zohri merupakan anak ke empat dari empat bersaudara, yakni Baiq Fazilah (29), Lalu Ma’rib (28), Baiq Fujianti (Almh), dan Lalu Muhammad Zohri.[Mas]

Related Articles

Back to top button