NATIONAL

Kasatpolair: Gelombang Tinggi Enam Meter Terjang Pesisir Laut Selatan Sukabumi

Indonesiaplus.id – Terjadi gelombang tinggi menerjang laut selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dengan ketinggian enam meter. Air laut menggenangi pesisir hingga merusak sejumlah kapal milik nelayan yang sedang ditambatkan di laut.

“Data BMKG, menyebutkan bahwa ketinggian gelombang mencapai enam meter, sehingga kami mengimbau warga di pesisir untuk selalu waspada. Apalagi air laut sudah menggenangi sebagian daratan yang dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ujar Kasatpolair Polres Sukabumi AKP Tri Andri Affandidi, Kamis (15/7/2021).

Gelombang tinggi, kata Tri Andri, seperti ini merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di setiap tahunnya. Namun, tetap mengimbau kepada masyarakat dan nelayan untuk selalu waspada dan meningkatkan kehati-hatian.

“Gelombang yang kurang bersahabat seperti sekarang ini kami pun mengimbau kepada nelayan untuk tidak melaut dahulu, apalagi kondisi cuaca bisa berubah sewaktu-waktu,” tambahnya.

Untuk kerusakan masih dalam pendataan dan petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi sudah melakukan pendataan. Namun, pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan seperti warung yang berada di pesisir maupun rumah warga akibat cuaca buruk tersebut.

Sedangkan, bagi pemilik warung di pesisir sudah diimbau agar tidak dahulu mendiami warungnya khawatir kondisi cuaca semakin memburuk. “Apalagi prakiraan dari BMKG gelombang tinggi akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, sehingga perlu diwaspadai dan diantisipasi,” katanya.

Gelombang tinggi menerjang hampir seluruh titik lokasi yang kerap dijadikan tempat wisatawan, mulai dari Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok sampai Pantai Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu. Baca Juga:

Akibatnya sejumlah warung semi-permanen yang berada di pesisir hingga area parkir tergenang air laut, bahkan Istana Presiden Palabuhanratu pun tak luput dari genangan air laut, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.[yus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close