NATIONAL

Disperindag: Beredar di Bogor Semangka Diduga Berformalin

Jumat, 20 April 2018

Indonesiaplus.id – Buah semangka yang diduga mengandung zat pengawet dan pewarna berbahaya beredar di Kota Bogor, Jawa Barat.

Menurut Kabid Tertib Niaga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor, Mangahit Sinaga, bahwa temuan berawal dari laporan warga yang membeli buah semangka dari salah satu pasar modern di Kota Bogor pagi tadi.

“Pada awalnya ada seorang warga curiga setelah semangka ini mengeluarkan buih busa yang banyak. Kemudian warga itu lapor ke pihak pedagang dan dilanjutkan ke kami,” ujarnya, Jumat (20/4/2018).

Dari laporan itu, pihaknya mendatangi lokasi dan mengambil sampel untuk diteliti. Ketika diperiksa secara kasat mata, buah semangka itu memang mengeluarkan buih yang banyak dari berbagai sisi.

“Kita ambil buah yang berbeda dari yang dilaporkan tetapi dari tempat yang sama. Secara kasat mata memang ada buih atau gelembung-gelembung yang banyak ketika semangka ini dibelah,” katanya.

Juga, warna di sisi buah semangka bagian dalam nampak pucat dan cenderung berbeda dari semangka pada umumnya. Pihaknya menduga semangka tersebut mengandung zat pengawet berbahaya seperti formalin.

“Kalau dilihat, indikasinya mengandung pengawet berbahaya seperti formalin atau mungkin saja mengandung mikroba. Warna merahnya juga tidak merata ini juga indikasi ada pewarna,” tandasnya.

Sekilas sulit membedakan antara semangka yang baik dan semangka yang diduga mengandung pengawet atau pewarna. Namun, terdapat ciri-ciri yang bisa dilihat secara kasat mata seperti tekstur kulit maupun daging buah dan warna.

“Memang sulit butuh penelitian atau dibawa ke laboratorium. Tapi secara kasat mata kalau kulitnya agak lembek, warna tidak rata, kemudian dagingnya kita remas dengan tangan dan dicuci merahnya tidak hilang patut dicurigai. Satu lagi semangka yang disemutin itu juga indikasi pakai pemanis,” ucapnya.

Sampel buah semangka diduga berbahaya itu dibawa ke laboratorium kesehatan daerah untuk diperiksa. Pihaknya pun sudah memanggil pengelola toko dan penyalur untuk dimintai keterangan.

“Akhirnya diuji lab dulu, mungkin hasilnya keluar Senin besok. Kami sudah mintai keterangan pihak toko dan penyalurnya terkait temuan ini. Kami juga himbau agar masyarakat lebih teliti memilih buah,” pungkasnya.[Sap]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close