HUMANITIES

Songsong ATENSI LU, Balai Lansia Gau Mabaji Perkuat Peran LKS-LU dan Keluarga

Indonesiaplus.id – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Sosial RI di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial, Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) “Gau Mabaji” di Gowa menggelar kegiatan Sosialisasi.

Sosialisasi pelaksanaan program Asistensi Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (ATENSI LU) kepada Dinas Sosial, Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) dan Keluarga Lansia, serta monitoring evaluasi bantuan sosial bagi lansia terdampak Covid-19.

Kegiatan sosialisasi digelar di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah pada Rabu (23/9/2020), yang berbasis komunitas akan melibatkan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) dan panti-panti di masyarakat untuk melaksanakan ATENSI.

Kondisi tersebut menjadi dasar bagi Balai Lansia “Gau Mabaji” berkoordinasi dan sosialisasi untuk memperkuat peran LKS-LU dan Keluarga dalam mengimplementasikan program ATENSI.

Usai berkoordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Sosial Kota Palangkaraya tim terjun langsung ke tiga LKS-LU di Kota Palangkaraya, yaitu LKS-LU Mutiara Hati, LKS-LU Tulus Hati dan LKS-LU Rosiana.

Tim juga mengunjungi penerima manfaat binaan masing-masing LKS-LU. Salah satunya lansia penerima bantuan di Kelurahan Kanorakan. Untuk mencapai lokasi, tim Balai harus menyusuri luasnya sungai menggunakan perahu.

Luasnya sungai tangkiling menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi tim Balai untuk bertemu dengan penerima bantuan sosial bagi lansia terdampak Covid-19.

Kepala Seksi Lanjut Usia Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah, Ruary turut mendampingi dan mengatakan bahwa bantuan sosial ini sangat bermanfaat bagi lansia dan perlu ditingkatkan jumlahnya.

“Bantuan sosial bagi lansia terdampak Covid-19 sangat bermanfaat, sehingga jumlah penerima bantuan harus ditingkatkan dan merata di LKS-LU yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah, ” ungkap Ruary.

Selain itu, tim menemukan lansia dengan kondisi memprihatinkan, salah satu lansia binaan LKS-LU Mutiara Hati mengalami stroke dan dalam kondisi bed ridden, sehingga semua aktivitas hanya bisa dilakukan di tempat tidur.

Ia tinggal bersama keluarga dengan kondisi kakak yang matanya sudah buta. Juga, lansia tersebut mengalami gangguan pada alat pendengarannya.

Selanjutnya LKS-LU Mutiara Hati melakukan koordinasi dengan warga sekitar. Seorang warga bersedia menjadi keluarga pengganti bagi lansia dan ini merupakan bentuk dari implementasi foster care dalam pelayanan rehabilitasi sosial lanjut usia.

Rehabilitasi sosial lansia sudah diimplementasikan kepada beberapa lansia binaan LKS-LU ini sebagai modal dalam melaksanakan program ATENSI LU ke depannya.

Kegiatan seperti diharapkan bisa meningkatkan semangat keluarga dan berbagai komunitas lansia dalam memberikan pelayanan rehabilitasi sosial yang optimal dalam program ATENSI LU.[mor]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close