HEALTH

Yuk! Pahami Ciri Psikopat dan Perbedaan dengan Sosiopat

Indonesiaplus.id – Banyak buku atau film yang menceritakan pembunuh berdarah dingin, dimana si pelaku pemerkosaan atau penyiksaan terhadap orang tidak bersalah. Sifat pelaku biasanya sering dihubungkan dengan perilaku seorang psikopat.

Ilmu kedokteran menyatakan bahwa psikopat adalah sebuah gangguan kepribadian atau kelainan psikis yang mengerikan, yang bisa ditandai dengan sifatnya yang kasar, mudah tersinggung, manipulative, anti sosial dan tidak memiliki perasaan takut atau bersalah. Namun, kerap diangap sama sikopat dengan sosiopat.

Sosiopat adalah gangguan kepribadian yang berbeda, walaupun memiliki ciri-ciri yang hampir sama. Agar seseorang yang menderita gangguan kepribadiaan ini lekas tertolong dan ditangani ahli, yuk kenali ciri-ciri psikopat dan perbedaannya dengan sosiopat.

Penyebab Psikopat
Ahli psikologi, psikopat adalah gangguan kepribadian atau kelainan psikis antisosial, atau yang memiliki nama lain antisocial personality disorder (APD). Psikopat ini juga sering disebut dengan psycho.

Penyebab psikopat belum diketahui secara pasti, namun psikopat bisa disebabkan karena adanya gangguan pada sistem kinerja otak, yang tidak bisa merespon rangsangan emosional dan tidak bisa membuat keputusan.

Faktor keturunan bisa menjadi penyebab seseorang menjadi seorang psikopat. Bahkan beberapa penelitian menyebutkan, bahwa penyebab psikopat adalah memiliki trauma atau masa lalu yang sangat buruk, seperti penderita psikopat pernah mengalami pelecehan seksual atau kekerasan di dalam rumah tangga.

Ini ciri umum Psikopat

Seseorang mengidap gangguan psikis yang disebut psikopat, ciri-cirinya bisa dilihat saat masih anak-anak dan semakin terlihat saat anak berada dimasa remaja atau usia 20 tahun. Biasanya, kondisi psikopat bisa membaik saat usia 40 tahun. Untuk itu, berikut ciri-ciri psikopat yang bisa disadari:

Pintar berbicara
Ciri umum psikopat adalah sangat pintar berbicara. Cara berbicaranya sangat cepat, berenergi dan meyakinkan orang lain, bahkan psikopat lebih suka menyela pembicaraan dan memberikan topik yang sangat menarik untuk dibicarakan.

Terlalu mudah bosan
Psikopat akan susah menjalankan aktivitas yang monoton, karena ia sangat mudah bosan dan tidak menyukai rutinitas. Tak heran kalau psikopat sering tidak mengerjakan pekerjaan dengan tepat waktu, dan tidak bisa bertahan di pekerjaan rutin dalam jangka waktu lama.

Tak memiliki rasa bersalah
Seorang psikopat tidak memiliki rasa bersalah. Psikopat akan meyakinkan orang lain untuk meminta maaf dan membuat korban menyesal akan perbuatannya, karena psikopat tidak peduli dengan perasaan korban, tidak berempati dan berhati dingin.

Suka manfaatkan orang lain
Psikopat bisa dibilang memiliki pola hidup parasit, karena suka memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari orang lain. Ia akan memanipulatif dan memaksa orang lain, untuk memenuhi segala kebutuhan dan keinginannya.

Tak bertanggung jawab
Ciri psikopat yang terakhir, yaitu memiliki sifat yang tidak bertanggung jawab, seperti membunuh, mencuri, berbohong, merampok, berzina dan perilaku lainnya, yang dilakukan tanpa tujuan jelas dan menyiksa korban.

Beda Psikopat dengan Sosiopat

Psikopat dan sosiopat adalah gangguan kejiwaan yang sering kali disamakan. Kedua gangguan psikis ini memiliki ciri-ciri yang hampir sama, tetapi memiliki perbedaan yang bisa dilihat dari perilaku.

Sebenarnya Psikopat bisa terbentuk sejak penderita dilahirkan, sedangkan sosiopat muncul setelah anak berada dalam lingkungan yang membuatnya trauma akibat pelecehan seksual atau kekerasan. Psikopat juga bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan, tetapi sosiopat tidak dipengaruhi oleh faktor genetik.

Psikopat memiliki sifat yang berhati-hati, penuh dengan strategi dan berpikir panjang sebelum melakukan tindakan.

Sosiopat akan melakukan tindakan penyiksaan terhadap korban, tanpa berpikir panjang. Karena emosi sosiopat susah dikontrol. Sosiopat dipenuhi rasa gelisah dan keinginan untuk hidup sendiri, sehingga ia akan sensitif dan mudah marah, lalu melakukan tindakan kekerasan untuk meluapkan emosi.[auf]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close