HEALTH

Yuk! Kenali Lima Bahaya Polusi Udara bagi Kesehatan Kulit Anda

Kamis, 1 Maret 2018

Indonesiaplus.id – Tinggal di kota – kota besar selain mendapatkan fasilitas yang serba ada. Juga, memiliki risiko yaitu polusi udara yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari.

Kondisi tersebut tak bisa dianggap remeh, sebab polusi udara dapat mendatangkan segudang dampak bahaya, khususnya bagi kesehatan kulit.

Tak bisa dipungkiri bahwa kulit merupakan organ terbesar yang dimiliki manusia. Pada umumnya, orang dewasa memiliki luas kulit hingga mencapai 2 m2, dengan berat 3,6 kg.

Dikarenakan terletak di bagian paling luar, kulit memiliki fungsi sebagai perisai tubuh. Maka dari itu, bagian tubuh ini menjadi yang pertama kali terpapar oleh substansi dari luar, termasuk oleh polusi udara.

Bagi kulit yang terpapar polusi udara, baik dalam bentuk asap rokok atau pabrik, asap kendaraan bermotor maupun debu jalanan, berisiko tinggi untuk mengalami kondisi-kondisi berikut ini:

Rusaknya kolagen kulit
Senyawa kimia yang berasal dari polusi udara dapat merusak struktur kolagen kulit dan menghambat produksinya. Oleh karena itu, kulit yang sering terpapar polusi udara cenderung lebih kendur, keriput dan kusam.

Jerawat
Polusi udara yang banyak mengandung debu kotoran dapat menyumbat kelenjar minyak di kulit. Jika hal ini terjadi pada kulit wajah Anda, maka jerawat tak bisa dihindari lagi.

Flek hitam
Udara yang tercemar dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Keadaan tersebut membuat sel tubuh memproduksi antioksidan dan melepas melanin secara berlebihan untuk melawan kerusakan yang terjadi. Lama-kelamaan, flek hitam akan timbul sebagai akibatnya.

Memperburuk penyakit kulit
Jika Anda memiliki penyakit kulit seperti psoriasis, dermatitis atau eksim, paparan polusi udara yang terjadi secara berkelanjutan dapat menyebabkan kondisi-kondisi tersebut semakin parah.

Kanker kulit
Kulit dapat menyerap berbagai zat berbahaya yang terhimpun di dalam polusi udara. Jika ini terjadi dalam waktu lama, maka risiko terjadinya kanker kulit akan semakin besar. Kondisi ini menjadi semakin parah jika Anda juga kerap terpapar sinar ultraviolet setiap hari.[Mas]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close