HEALTH

Cara Jitu Kurangi Depresi dengan Konsumsi Yoghurt

Selasa, 25 April 2017

Indonesiaplus.id – Yoghurt bisa dibuat dari berbagai macam susu, termasuk susu kacang kedelai dan paling banyak beredar berasal dari susu sapi.

Melalui fermentasi gula susu (laktosa) menghasilkan asam laktat yang berperan dalam menciptakan protein susu untuk menghasilkan tekstur seperti gel dan bau yang unik pada yoghurt.

Menurut sebuah penelitian teranyar, bahwa yoghurt yang kaya lactobacillus (bakteri probiotik) bisa membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan, sebuah temuan yang bisa menyebabkan strategi baru untuk mengobati kondisi kejiwaan.

Kondisi depresi merupakan masalah besar, jika tidak dilakukan tindakan pencegahan yang baik, maka akan timbul efek samping yang besar.

“Pada studi ini akan membantu penderita depresi karena microbiome yang terkandung dalam yoghurt bisa mengatasi kesehatan dan suasana hati Anda, ” ujar pemimpin peneliti, Alban Gaultier, seperti di lansir laman India Times, Kamis lalu.

Studi dilakukan terhadap tikus, dan para peneliti menemukan mekanisme khusus mengenai bagaimana bakteri lactobacillus memengaruhi suasana hati, menyediakan link langsung antara kesehatan microbiome usus dan kesehatan mental.

Hasil studi dipublikasikan melalui Laporan Ilmiah jurnal, tim menginduksi gejala depresi pada tikus untuk menganalisis komposisi microbiome usus dan menemukan bahwa perubahan besar adalah hilangnya lactobacillus.

Dengan hilangnya lactobacillus maka akan timbul gejala depresi.”Sebuah strain tunggal lactobacillus mampu memengaruhi suasana hati,” tandas Gaultier.

Juga, studi ini menemukan jumlah lactobacillus dalam usus memengaruhi tingkat metabolit dalam darah yakni kynurenine yang bisa mendorong timbulnya depresi. Ketika lactobacillus berkurang dalam usus, tingkat kynurenine akan naik dan gejala depresi akhirnya timbul.

Namun demikian, tidak ada salahnya orang dengan depresi maengonsumsi yogurt, mereka yang menerima pengobatan untuk depresi tidak boleh berhenti minum obatnya.[Mas]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close