GLOBAL

Tepat Satu Dekade, Kosovo Deklarasikan Kemerdekaan

Minggu, 18 Februari 2018

Indonesiaplus.id – Satu dekade kemerdekaan Kosovo diperingati warganya, Sabtu (17/2/2018). Momen bersejarah saat deklarasi sebagai negara berdaulat yang dibacakan oleh Perdana Menteri Hashim. “Mulai hari ini dan selanjutnya, Kosovo bangga, independen dan merdeka,” katanya saat itu.

Kosovo, negara berdaulat termuda kedua di dunia setelah Sudan Selatan, berisi dua juta jiwa penduduk, dengan mayoritas berasal dari etnis Albania. Sementara 10 persen berasal dari Serbia.

Sebelum merdeka, pada 10 Juni 1999, Dewan Keamanan PBB menerbitkan Resolusi 1244 yang berisi pernyataan Kosovo merupakan wilayah yang dikontrol PBB.

Hal itu terjadi setelah pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara ( NATO) melakukan pengeboman untuk memukul mundur tentara Serbia.

NATO melakukan operasi udara setelah terjadi konflik bersenjata antara Yugoslavia dengan pemberontak Kosovo.

Sebabnya, pemerintah Yugoslavia membatalkan status otonomi Kosovo, dan melarang radio, televisi, serta surat kabar menggunakan bahasa Albania.

Puncaknya adalah Pembantaian Racak pada Januari 1999, di mana 45 warga etnis Albania dieksekusi, yang memaksa NATO turun tangan.

Selain itu, NATO memutuskan bahwa konflik hanya bisa diredakan dengan mengirimkan pasukan penjaga perdamaian untuk memaksa kedua pihak mencari solusi damai.

NATO meminta PBB untuk mengizinkan intervensi militer demi mengakhiri persekusi yang diderita warga Albania dari tentara Yugslavia serta polisi dan paramiliter Serbia.

Kemerdekaan Kosovo mendapat pengakuan dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, Italia, dan Turki.

Adapun negara yang memutuskan tidak mengakui Kosovo adalah Rusia, China, Serbia, Rumania, Spanyol, Slovakia, dan Siprus.[Fat]

Related Articles

Back to top button