GLOBAL

Sepakat! Prancis dan Jerman Tuduh Rusia Racuni Oposisi Navalny

Indonesiaplus.id – Pembunuhan dengan racun yang menimpa pemimpin oposisi Alexei Navalny dituduhkan oleh Prancis dan Jerman bahwa palakunya Rusia. Ini menjadikan mereka dua negara pertama yang melakukannya.

“Prancis dan Jerman meminta Rusia beberapa kali menjelaskan keadaan kejahatan tersebut dan siapa yang melakukannya. Sejauh ini tidak ada penjelasan kredibel yang diberikan oleh Rusia,” tulis pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian dan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas.

“Tidak ada penjelasan yang masuk akal lain untuk posisi Navalny dari tanggung jawab dan keterlibatan Rusia,” sambung pernyataan itu seperti dilansir dari Politico, Kamis (8/10/2020).

Sekarang Prancis dan Jerman berencana meyakinkan negara-negara Uni Eropa lainnya untuk menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Rusia.

Sanksi akan ditujukan pada individu yang diyakini terlibat dalam keracunan serta setiap lembaga yang ditemukan bekerja pada bahan kimia Novichok. Rusia sendiri telah berulang kali membantah terlibat dalam peracunan tersebut.

Bahkan, Jerman dan Prancis menuduh Rusia. Terlebih, ilmuwan di kedua negara juga menyimpulkan dia diracuni oleh racun saraf Novichok, senjata kimia yang pertama kali dikembangkan oleh ilmuwan Soviet.

Pada Selasa, Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW), di mana Rusia adalah anggotanya, mengkonfirmasi bahwa Novichok digunakan di Navalny, menegaskan temuan laboratorium Jerman, Prancis dan Swedia.

Selain itu, Novichok digunakan untuk meracuni mantan agen ganda Rusia Sergei Skripal di Inggris pada 2018. Negara-negara Eropa menyalahkan keracunan itu pada Moskow yang juga dibantah Kremlin.

Usai keracunan Skripal pada 2018, Uni Eropa menjatuhkan sanksi kepada kepala dan wakil kepala badan intelijen militer Rusia GRU, serta dua agen yang diduga melakukan serangan senjata kimia tersebut.

Namun, karena masih belum ada tersangka pada kasus Navalny, para pemimpin Uni Eropa harus menemukan cara menjatuhkan sanksi agar lebih efektif untuk mencegah penggunaan Novichok di masa depan.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close