GLOBAL

PM Najib Razak Desak Internasional Intervensi Genosida Rohingya

Senin, 5 Desember 2016

Indonesiaplus.id – Berbagai negara di dunia didorong untuk membantu menghentikan aksi genosida terhadap Muslim Rohingya di Myanmar. Kasus kekerasan terhadap Muslim Rohingya digambarkan sebagai pembersihan etnis.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mendesak Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) melakukan intervensi terhadap penyelesaian kasus kekerasan di negara tersebut.

“Tak bisa dunia hanya diam dan melihat genosida di Myanmar,” ujar Najib yang ikut dalam aksi solidaritas Muslim Rohingya di Kuala Lumpur, Minggu (4/12/2016).

Dia datang ke aksi solidaritas, meski mendapat peringatan dari Myanmar bahwa Malaysia berisiko melanggar prinsip nonintervensi terhadap urusan internal anggota Asosiasi negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN). Namun dia menanggapi bahwa ASEAN telah berjanji dalam Piagam ASEAN untuk menegakkan hak-hak dasar manusia.

Juga, dia menuduh pemimpin Myanmar dan pemenang Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi yang tidak melakukan tindakan. Bahkan, Suu Kyi mengatakan bahwa masalah Rohingya sudah melewati batas diskusi bilateral.

“Bagaimana ini bisa terjadi? Kita harus diizinkan untuk membahas semuanya,” tandasnya.

Presiden Masyarakat Rohingya di Malaysia, Faisal Islam Muhammad Kassim mengatakan, bahwa dia menghargai upaya Malaysia untuk menemukan solusi terhadap krisis Muslim Rohingya di Myanmar.

“Kami ingin pemerintah Malaysia untuk (mengirim) pesan ke dunia Muslim dan negara-negara Barat agar menekan pemerintah Myanmar untuk menyelesaikan masalah Rohingya,” pintanya.

Kekerasan di Myanmar adalah pertumpahan darah paling serius di Rakhine sejak bentrokan komunal pada 2012 yang menewaskan ratusan jiwa. Penganiayaan dan kemiskinan menyebabkan ribuan Muslim Rohingya melarikan diri dari Myanmar, menyusul kekerasan antara umat Budha dan Muslim di sana empat tahun lalu.

Bahkan, banyak dari mereka yang diselundupkan atau diperdagangkan ke negara-negara tetangga, terutama ke Thailand dan Malaysia.[Mus]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close