GLOBAL

Kazakhstan Akan Gunakan Aksara Latin Gantikan Huruf Cyrillic

Sabtu 28 Oktober 2017

Indonesiaplus.id – Untuk kali ketiga dalam kurun kurang dari 100 tahun, Kazakhstan bersiap untuk mengganti aksara resmi negaranya.

Langkah itu dinilai sebagai upaya simbolik untuk menegaskan kemerdekaan negara itu dan menjauhi pengaruh budaya Soviet, seperti diwartakan Daily Mail, Sabtu (28/10/2017).

Presiden Nursultan Nazerbayev memerintahkan untuk mempersiapkan pengalihan dari aksara cyrillic ke aksara latin. Kazakhstan pernah menggunakan aksara Arab sebagai aksara resmi sampai 1920-an saat Uni Soviet memperkenalkan aksara latin. Aksara itu kemudian digantikan dengan aksara cyrillic yang berbasis pada alfabet Rusia pada 1940.

Saat ini, alfabet cyrillic digunakan memiliki 42 simbol, sehingga rumit untuk digunakan dengan perangkat digital – keyboard standar Kazakhtan menggunakan hampir semua tombol angka selain tombol tanda dan tanda baca.

Dengan versi terbaru alfabet Latin diusulkan bekerja di sekitar aksara tersebut dengan menggunakan tanda apostrof untuk memodifikasi huruf. Aksara baru itu, nama resmi Kazakhstan nantinya akan dieja dengan Qazaqstan Respy’blikasy.

Meskipun Bahasa Kazakh telah menjadi bahasa negara sejak Kazakhstan merdeka pada 1991, hanya 62 persen penduduk mengatakan bahwa mereka fasih berbahasa Kazakh secara oral dan tertulis selama sensus nasional terakhir pada 2009.

Bahasa Rusia lebih luas digunakan dengan 85 persen mengklaim kefasihan dalam sensus yang sama. Bahasa Rusia diakui sebagai bahasa resmi di Kazakhstan.

Beberapa pihak keberatan dengan keputusan ini karena Kazakhstan akan dieja sebagai Qazaqstan, yang mungkin membuat negara lain mempertimbangkan perubahan ejaan untuk negara eks Soviet itu.

Namun, Kementerian Luar Negeri mengatakan, perubahan itu akan memfasilitasi pembangunan Kazakhstan. “Bahasa Latin digunakan oleh sekira 70 persen dari semua negara, menjadikannya bagian penting untuk berkomunikasi di seluruh dunia, terutama dalam hal teknologi, bisnis, sains dan pendidikan,” tulis kementerian tersebut.[Fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close