GLOBAL

Dua Problem Utama Rusia, Hadapi Pandemi Covid-19 dan Penurunan Ekonomi

Indonesiaplus.id – Terkonfimasi oleh pemerintah Rusia mencatatkan hampir 250 ribu kasus virus corona. Rusia menjadi negara kedua untuk kasus Covid-19 terbanyak di dunia selain Amerika Serikat (AS).

Kendati menjadi negara kedua dengan jumlah penderita Covid-19 terbanyak, namun angka kematian total lebih dari 2.200. Sehigga, jumlah kematian rendah dibandingkan dengan negara-negara Eropa lainnya, seperti dilansir Straitstimes.

Tingkat infeksi di Rusia tercatat mencapai rata-rata 10 ribu kasus baru setiap hari. Namun, pandemi bukan satu-satunya masalah yang dihadapi negara beruang merah itu. Juga, Rusia harus menghadapi efek gabungan dari harga minyak rendah dan penurunan ekonomi global.

Kebijakan pemerintah Rusia dinilai lambat merespons krisis kesehatan hingga awal Maret. Pihak berwenang di Moskow masih tampak yakin bahwa negara mereka tidak akan terkena dampak parah.

Selain itu, hasil dari referendum nasional tentang amandemen konstitusi yang dirancang memungkinkan Presiden Vladimir Putin untuk tetap menjabat selama bertahun-tahun.

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Vladimir Putin menunda pemungutan suara 22 April tentang perubahan konstitusional yang memungkinkannya tetap berkuasa hingga 2036, karena adanya kekhawatiran tentang wabah virus corona.

Mantan agen KGB itu berharap menyambut para pemimpin dunia seperti Presiden China, Xi Jinping dan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke parade militer yang direncanakan untuk Moskow pada 9 Mei, menandai peringatan 75 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Eropa.

Pada awal pekan ini, ia mengumumkan akhir dari periode ‘non-working days’ dan orang-orang Rusia mulai kembali bekerja.

Akan tetapi, Moskow, pusat pandemi dan kota yang menyumbang lebih dari setengah dari semua kasus virus korona Rusia akan tetap dikunci hingga akhir bulan.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close