GLOBAL

Bentrokan Makin Keras, Aparat Hong Kong Amankan 100 Lebih Demonstran

Indonesiaplus.id – Pada Ahad (29/9/2019), merupakan pekan akhir ke-17 secara berturut-turut aksi demonstrasi melanda Hong Kong. Diwarnai bentrokan pengunjuk rasa dengan polisi di jalan-jalan kota Hong Kong.

South China Morning Post melaporkan, aksi protes kali ini terasa lebih keras dibanding aksi sebelumnya. Sebab, bentrokan yang terjadi antara demonstran dan polisi di Admiralty, Wan Chai, dan Causeway Bay berlangsung selama berjam-jam. Hingga Ahad malam, lebih dari 100 demonstran telah ditangkap aparat.

Dimulai dengan aksi demo ribuan massa yang menentang larangan polisi, berkumpul di Causeway Bay untuk berbaris ke markas besar pemerintah di Admiralty.

Polisi memperingatkan para demonstran, bahwa aksi ini ilegal dan mereka menghalangi lalu lintas. Tepat sebelum pukul 14:30, polisi menembakkan gas air mata pertama ke arah kerumunan.

Banyak orang berlari ke toko-toko terdekat untuk berlindung, tetapi dengan cepat berkumpul kembali, dan polisi anti huru hara yang kalah jumlah akhirnya mundur.

Sementara, para pengunjuk rasa mendesak ke Admiralty. Sebuah papan reklame Hari Nasional dikeluarkan dari jembatan Pacific Place dan dibakar di tengah jalan.

Tak terelakan emosi membubung tinggi saat demonstran mencapai markas pemerintah yang dibarikade. Massa pun melemparkan batu bata dan bom bensin ke arah gedung. Polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan massa dan menembakkan gas air mata serta peluru karet.

Beberapa pengunjuk rasa menuju Wan Chai, sikap tegas aparat dibalas pengunjung rasa dengan melampiaskan kemarahan mereka pada operator kereta api kota MTR Corporation.

Perusahaan, yang pemegang saham mayoritasnya adalah pemerintah, sering menjadi sasaran para pengunjuk rasa. MTR sendiri telah menutup beberapa stasiun untuk mengantisipasi masalah, termasuk Wan Chai.

Tak berhenti sampai di situ, para pemrotes menyerukan pemogokan umum pada Senin (30/9/2019) dan berjanji untuk pergi dengan kekuatan penuh pada Selasa (1/10/2019) untuk merusak perayaan 70 tahun pemerintahan Partai Komunis China.[fat]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close