ECONOMY

Kemenperin Isyaratkan Penghentian Impor Mobil Mewah

Rabu, 5 September 2018

Indonesiaplus.id – Isyarat Kemenperin untuk melakukan penghentian sementara impor kendaraan mewah berkapasitas mesin di atas 3000 cc. Berarti mobil-mobil mewah seperti Ferrari, Lamborghini, dan mobil premium lainnya bakal terkena dampak.

Kasubdit Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika Kemenperin Togu Sihombing mengungkapkan, sejak Juli 2018 Kemenperin melakukan pengendalian dengan pemberhentian sementara barang-barang mewah termasuk otomotif.

“Kita sudah ada pengendalian sejak Juli. Kalau di otomotif yang mandetori 3000 cc ke atas. Maka kebijakan kami adalah selain cc nilai SOB atau fee on board yakni harga mobil di pelabuhan muat yang diatas 40.000 US dolar dari importir umum dihentikan sementara,” ujarnya, Rabu (5/9/2018).

Beberapa kebijakan Kemenperin dengan pertimbangan agar masalah impor barang mewah atau mahal ini tak mengganngu ekonomi negara. Sebab, ada empat kriteria untuk importir umum tetap melakukannya dengan batasan berikut.

Pertama, kendaraan bersifat niaga seperti truk, eksafator dan alat berat lainnya yang biasa beroperasi di maining dan perkebunan yang secara langsung berdampak pada kelangsungan pengembangan ekonomi.

Kedua, Kemenperin akan mempertimbangkan importir umum atau perusahaan yang melakukan ekspor lebih banyak dari impor. Namun jumlah impornya juga diminimalkan jika tidak mendesak.

Ketiga, Kemenperin membuka impor CBU untuk perusahaan yang berkomitmen untuk melakukan investasi dalam waktu dekat, seperti perluasan pabrik atau tambahan investasi lain dalam bentuk modal kerja uang di Indonesia.

Keempat, untuk importir umum yang hanya jualan saja, impor mobil mewahnya dihentikan sementara. Kalau pun diizinkan, akan di izinkan seminimal mungkin. Paling tidak dua atau tiga unit.

Kemenperin saat ini tinggal menunggu instruksi dari Kementrian Perdagangan untuk kesepakatan mengenai barang apa saja yang akan masuk dalam kategori barang mewah untuk penghentian sementara.

“Begitu instruksi masuk, kita akan langsung memanggil para importir umum untuk berbicara tentang kebijakan ini, jadi mereka bisa pahami kondisi negara kita saat ini, sampai ekonomi kembali pulih,” tandasnya.[Sal]

Related Articles

Back to top button