ECONOMY

Cukai Tembakau Naik 2021, Muhammadiyah Steps UMY Berikan Apresiasi

Indonesiaplus.id – Muhammadiyah Steps Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengapresiasi kebijakan Kementerian Keuangan menaikkan cukai hasil tembakau untuk 2021 rata-rata 12,5 persen yang dihitung berdasar jumlah produksi dari jenis dan golongan.

Muhammadiyah Steps UMY dan jaringan pengendalian tembakau terus melakukan advokasi ke beberapa kementerian dan lembaga. Hal itu dilakukan untuk memutus jumlah perokok dan menekan perokok pemula Indonesia.

Kenaikan dikembalikan tujuan seperti diatur UU Cukai, yaitu sebagai instrumen pengendalian konsumsi hasil tembakau. Peredaran perlu diawasi dan pemakaian dapat menimbulkan dampak negatif ke masyarakat dan lingkungan, tidak sekadar penerimaan.

Kenaikan cukai hanya untuk rokok sigaret putih mesin golongan I, IIA dan IIB dan sigaret keretek mesin Golongan I, IIA, dan IIB. Untuk keretek tangan tidak mengalami kenaikan, serta kenaikan turut didasari alasan kesehatan.

Dalam mengacu ke kenaikan angka prevalensi merokok usia di bawah umur 9,1 persen menjauh dari angka yang ditargetkan pemerintah 2019 sejumlah 5,4 persen. Dari angka itu mengancam kesehatan dan keberlangsungan generasi bangsa Indonesia.

Vice Director Muhammadiyah Steps UMY, Dianita Sugiyo mengatakan bahwa jadi langkah menyelamatkan generasi penerus bangsa dari jera perilaku merokok. Juga membantu Indonesia mencapai bonus demografi dan mewujudkan Indonesia unggul berdaya saing.

Target menurunkan angka prokok di bawah umur pada RPJMN 2024 sebesar 8,7 persen. Kenaikan cukai ini menyebabkan rokok menjadi lebih mahal dan memberi limitasi masyarakat kurang mampu dan anak di bawah umur mengaksesnya.

“Dengan indeks affordability naik 12,2 persen menjadi 13,7-14 persen yang menjadikan orang miskin akan susah untuk membelinya,” harap Dianita, Ahad (13/12/2020).

Tahun depan, Kemenkeu tidak melakukan simplifikasi cukai hasil tembakau. Pemerintah dirasa memberi sinyal memperkecil tarif antara sigaret keretek mesin II A dan II B, serta sigaret putih mesin IIA dengan sigaret putih mesin golongan IIB.[sal]

Show More

Related Articles

Back to top button
Close